balakecrakan alas daun

Balakecrakan adalah bahasa sunda, yang berarti makan bersama dalam suasana penuh keakraban, kurang lebihnya seperti itu. Warisan budaya leluhur kita memang sangat kaya, mulai dari dari bahasa, pakaian, kesenian, kuliner, bahkan sampai cara menikmati kuliner tersebut.

Salah satunya adalah cara makan bersama beralas daun, yang merupakan tradisi leluhur masyarakat sunda. Saat ini tradisi balakecrakan beralas daun kembali hits. Bahkan rumah-rumah makan pun kini banyak yang menawarkan sajian ala balakecrakan beralas daun ini. Seperti rumah makan Paviliun Sunda di Jl. LLRE Martadinata, Alas Daun (dari namanya saja sudah sangat jelas) di Jl. Citarum, atau Dago Panyawangan di Jl. Ir. H. juanda, Bandung.

balakecrakan alas daun

Balakecrakan dulu, wefie kemudian.

Memang ada kenikmatan tersendiri saat kita menyantap makanan bersama di atas satu alas yang sama, nasi dan lauk pauk khas sunda yang tak pernah alpa dari sambal, lalap, dan ikan asin, ditaruh di atas daun yang memanjang, kemudian kita duduk mengelilinginya, menyantap bersama dengan menggunakan tangan. Aroma khas dari daun pisang yang menjadi alas makanan ini pun sudah menambah selera, ditambah lagi dengan suasana hangat dan kebersamaan yang membuat acara makan semakin nikmat, dan mau nambah terus. Lupakan dulu dietmu! :D

Cara makan seperti ini cukup efektif untuk membangun kedekatan. Terutama saat ini, dimana orang-orang sudah sangat ketergantungan dengan gadget, sehingga saat makan bersama pun matanya tak lepas dari layar smartphone dalam genggamannya. Nah, tradisi balakecrakan beralas daun ini terbukti ampuh untuk menyingkirkan smartphone sementara dari acara makan bersama. Tentu saja karena kondisi tangan yang belepotan, juga meja yang dipenuhi gelaran daun dengan aneka makanan, mengharuskan kita untuk menyimpan dahulu smartphone ke dalam tas, dan fokus menikmati sajian yang tersedia di hadapan bersama keluarga atau teman-teman.

Jika demikian, mengapa tidak kita coba tradisi ini di dalam keluarga? banyak hal positif yang bisa diambil. Selain kembali mengenalkan anak-anak pada budaya leluhur, juga membangun kedekatan antar anggota keluarga. Selain itu, buat para emak nih… cara ini sangat praktis, karena dapat menghemat tenaga nyupir, alias nyuci piring.

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply