Distraksi Menguras Waktu Energi dan Atensi

distraksi

Teknologi berkembang dengan begitu pesatnya menyentuh berbagai segi kehidupan. Banyak kemudahan yang kita rasakan sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Sebut saja dalam hal komunikasi, kini jarak tak lagi menjadi kendala, karena kemudahan teknologi komunikasi cukup dikendalikan melalui ujung jari saja.

Begitupun dalam hal mengakses informasi, hanya dengan mengetikkan sebuah kata kunci maka ribuan informasi yang kita butuhkan siap tersaji. Segala kemudahan ini mendorong banyak kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga yang sehari-hari beraktifitas di rumah bangkit dan menjadi lebih produktif dari rumah.

Kekuatan media sosial sebagai media promosi sudah tidak diragukan lagi. Gawai kini telah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan masyarakat modern sehari-hari. Melalui sebuah gawai dalam genggaman, banyak kegiatan produktif yang dapat dilakukan. Berjualan online, ngeblog, ngevlog, menulis artikel untuk dikirimkan ke media, dan lain-lain.

Namun juga seperti kita semua tahu bahwa dampak negatif dari teknologi pun tidak sedikit, banyak orang yang sampai kecanduan gawai. Niat mulia untuk lebih produktif kerap berakhir dengan distraksi dan tersesat di dunia maya, yang akhirnya waktu pun terbuang percuma. Ada yang suka begitu, selain saya? hihihi…

Derasnya arus informasi dan komunikasi, kerap mengalihkan perhatian kita dari aktivitas utama yang perlu dilakukan. Semua dirasa penting untuk diikuti, agar selalu up to date. Tapi apakah itu benar-benar penting dan memberikan pengaruh positif bagi hidup kita? Kesadaran ini perlu dibangun agar kita tidak mudah terdistraksi dari kegiatan utama. Karena produktivitas adalah buah dari keberhasilan mengelola waktu, energi, dan atensi.

Bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan waktu, energi, atensi dan mencegah distraksi? Beberapa tips yang saya dapatkan dari Coach Aji saya tuliskan di sini.

  1. Lakukan satu hal dalam satu waktu, obsesikan untuk menghasilkan yang terbaik.
  2. Jauhkan hal-hal yang biasanya sangat mudah mengalihkan perhatian, misal dengan mematikan notifikasi ponsel. Juga jangan nyalakan musik yang rentan menerbangkan angan, sehingga menguras atensi pada sebuah kenangan. Eaaaa…. ini mah kata saya.
  3. Tentukan waktu untuk melakukan pekerjaan domestik, berkomunikasi, mengakses informasi, dan berkreasi. Percayalah multi tasking memang keunggulan kaum perempuan, namun dengan single tasking otomatis atensi dan energi kita akan lebih powerful sehingga insyaallah hasilnya pun akan lebih maksimal dengan pemanfaatan waktu yang lebih optimal.

Mudah? tentu saja tidak. Saya sendiri sedang berjuang untuk bisa konsisten melakukannya. Karena seperti kita tahu musuh terbesar itu adalah diri sendiri.

55
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Dea MS
Guest

Bener sih ya, teknologi itu bisa merubah segalanya huhu..yang penting harus tetap fokus..

Afifah Haq
Guest

Duh aku masih belum bisa nahan godaan smartphone nih, soalnya brief kerjaan kadang ada di hp, buka brief kerjaan lalu lanjut buka yang lain. Hehe.

Ruly Rosmalina
Guest

Aku setuju bgt sm single tasking lebih powerful. Jadi harus pinter-pinter manage waktu ya teh..

Feeza Fauziah
Guest
Feeza Fauziah

Setuju mba… Sering kebablasan klo g punya tujuan pegang gadget hihiy

niaharyanto
Guest
niaharyanto

Huhuhu, aku nih, banyak banget yang udah diniatkan, pada akhirnya jadi terdistraksi. Banyaknya memang dari gadget ya yang bikin distraksi ini :(

Rinrin
Guest
Rinrin

Setuju banget nih teh, makasih sharingnya :)

vidyawahyup
Guest

memang seringkali multitasking bikin kurang fokus juga y mb. apaagi kl uda buka sosmed, waduh. hehe~
salam kenal mb. terima kasih sharingnya ^^

Juli Dwi Susanti
Guest

Belajar lagi ya teh tentang ilmu manajemen distraksi

ayu muchtar
Guest
ayu muchtar

nomor 1 kyknya berat ya

umimami
Guest

iya nih, belum bisa konsisten,, haus bisaa nih mengatur ada waktu tanpa gadget

srisekartadji
Guest
srisekartadji

Terima kasih ilmunya mb. Ini masalah berat juga buat saya, membagi waktu. Jadwal yang dibuat selalu gagal, hiks

Salbiah
Guest

Teknologi bisa merubah ke arah baik dan juga sebaliknya, tergantung kita fokus memilahnya… Semangat berteknologi ria… Smg teknologi membawa manfaat..

Irena Faisal
Guest

jiaaahh musik kenangan hahaha emang nih aku masih suka setel lagu kenangan bersama mantan kl lagi ngeblog wkwkwkwk, yang ada buyar semua apa yang mau ditulis

steffifauziah
Guest

duh duh aku berasa tersihir eh bukan tersindir. aku banget sih yang masih sulit nih. enggak kapok-kapok padahal mata sering sakit karena layar hape, wkwkw. makasih bun sharingnya, konsistensi itu emang penting ya supaya kita semakin bisa terhindar dari kecanduan gadget.

Larasati Neisia
Guest
Larasati Neisia

Berhubung kerjaan aku emang di socmed mau gamau notif gadget nggak boleh mati. Tapi emang susah buat nggak ke distrek itu teh, niat mau posting urusan kerjaan aja malah jadi keterusan main socmed pribadi πŸ˜‚

Lia Yuliani
Guest

Kecanduan gadget kayaknya udah semakin mewabah. Kadang aku juga enggak bisa tanpa gawai. Makasih sudah diingatkan

Wiwid Nurwidayati
Guest

bener banget mbak, musuh besar itu adalah diri kita sendiri.

Hastin Pratiwi
Guest

Nomor 2 itu iya banget. Kadang suka kebablasan dengar lagu yg membawa kenangan masa lalu, jadu baper deh. Dan itu sangat membuang waktu.
Saat lihat hp juga. Maksud hati mau BW, ehhh malah liat timeline FB kwkwkwk ^_____^

Erin
Guest
Erin

Setuju mba musuh terbesar adalah diri sendiri bisa menahan atau memanfaatkan teknologi dengan bijak atau tidak.
Aku sendiri masih sering kecolongan.

Wida
Guest

Hihihi berat memang ya mbak, apalagi kalau sudah pegang gawai atau stalking di akun sosmed aduuh waktu rasanya langsung cepat habis. Harus benahi lagi menajemen waktunya hihihi

Siska Dwyta
Guest

Ya tak bisa dimungkiri kemajuan teknologi memang sedikit banyak menyita waktuku yang sepertinya sudah kecanduan gawai ini. So thanks banget tipsny dan sudah diingatkan perihal ini ya Mbak.

Nyk note
Guest

Kuncinya kudu komitmendan konsisten kali ya mb biar semua beres. Tapi kdg sulit . Hehe…

Estelita Zainal
Guest
Estelita Zainal

Emang racun bangaet tuh gawai. Mau sholat, buka gawai. Habis aholat langaung pegang gawai lagi. Tanpa sadar sudah banyak sekali waktu terbuang gara-gara .melototin hapw. Padahal kalo waktu yang sia-sia itu dipake buat nulis, mungkin udah jadi novel beberapa buku kaleee …

Estelita Zainal
Guest
Estelita Zainal

Emang racun banget tuh gawai. Zaman sekarang orang mau sholat, lihat gawai duku. Habis sholat, langsung pegang gawai. Anak umur dua tahun aja udah pinter main game di hape. Perku usaha keras dan serius untuk tidak terhanyut dalam kebiasaan jelek ini supaya urusan-urusan kita nggak terbengkalai.

Diah
Guest

kuncinya harus fokus ya Mbak.
Tapi gmana yaaa, kadang intip medsos juga bisa jadi inspirasi sebelum ngerjain sesuatu *upsss, pembenaran

Muyassaroh
Guest

Betul sekali, Mbak…musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri…semoga tetap konsisten seperti yang diharapkan, Mbak…aamiin

Tatiek Purwanti
Guest

Singkat nih postingannya tapi jlebb banget, hehe. Sejak saya ngeblog via hape rasanya saya beberapa kali terdistraksi oleh tang-ting-tung notifikasi :(
Bagus dan cocok tips-nya. Apalagi di saat banyak tugas nulis spt sekarang, harus fokus pada single tasking biar maksimal, ya.

Essen Ikan Bawal
Guest
Essen Ikan Bawal

Thanks for sharing, sukses terus…

You May Also Like
Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini
Read More

Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini

Seks dianggap hal tabu untuk dibicarakan dalam keluarga. Padahal pendidikan seks ini penting untuk disampaikan pada anak sejak dini, dan orang tualah pendidik seks terbaik demi menghindari anak mendapatkan informasi yang tidak tepat atau bahkan menyesatkan.