,

E-KTP dan E-Mail Masih Kurang Akrabkah?

e-ktp

Hari Senin lalu Saya menemani si sulung ke kantor Kecamatan Coblong untuk mengurus pembuatan E-KTPnya. Walaupun sudah sejak bulan Maret sebenarnya sulungku resmi menginjak usia yang katanya sudah termasuk dewasa secara administratif, karenanya sudah berhak dan harus memiliki Kartu Tanda Penduduk.

Namun karena kesibukan si bujang, baru pada hari Senin kemarin sempat mengurusnya. Sengaja meminta ijin dari sekolah khusus untuk keperluan ini, karena kalau tidak, bisa semakin lama tertunda kepemilikan kartu identitasnya. Bukankah sebagai warga negara yang baik kita wajib mengikuti setiap aturan yang sudah ditetapkan? termasuk kepemilikan Kartu Tanda Penduduk bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun.

Selama ini saya sering mendengar dan membaca tentang serba serbi pembuatan E-KTP, termasuk tentang tiadanya kesediaan blangko, sehingga E-KTP yang ditunggu-tunggu masih belum kunjung terbit walaupun penantian sudah menahun. Namun kemudian saya teringat kembali pada sebuah berita yang pernah saya baca, bahwa Kementerian Dalam Negeri menargetkan distribusi e-KTP selesai pada Oktober 2017, sebelum Pilkada 2018 berlangsung. Artinya kami bisa merasa sedikit lega dan optimis jika si Abang tidak harus menunggu E-KTPnya hingga menahun.

kecamatan coblong

Berbekal surat pengantar dari RT dan RW, serta fotokopi Kartu Keluarga kami berangkat menuju kantor kecamatan. Sesampainya di sana tampak antrian cukup ramai, kemudian saya bertanya kepada Pak Satpam adakah nomor antrian untuk kami? ternyata antrian pengambilan foto atau rekam data e-KTP hanya empat orang saja, sehingga tidak diperlukan nomor antrian.

antrian di kecamatanan

Dan dari Pak satpam juga kami mendapat informasi bahwa untuk saat ini tidak diperlukan lagi surat pengantar dari RT dan RW untuk pembuatan E-KTP. Jadi bagi yang akan mengurus pembuatan e-KTP bisa langsung datang ke kantor kecamatan dengan membawa fotokopi Kartu keluarga saja.

Prosesnya pun tidak lama, setelah rekam data Abang hanya menunggu sebentar untuk mendapatkan resi dan Surat Keterangan. Surat Keterangan (Suket) ini berfungsi sebagai pengganti KTP sementara, sedangkan resi digunakan pada saat pengambilan e-KTP nanti setelah terbit.

resi dan suket e ktp

Jika sebelumnya masa berlaku Suket ini hanya enam bulan saja, sehingga harus melakukan perpanjangan kembali saat kebetulan ada keperluan administrasi yang membutuhkan KTP dan masa berlaku Suket sudah habis. Namun untuk saat ini Surat Keterangan yang dikeluarkan berlaku sampai e-KTP terbit, artinya tidak perlu lagi mengurus perpanjangan masa berlaku Suket.

Sudah ada dua hal baru yang saya temukan sebagai upaya mempermudah urusan e-KTP. Dan ini tentu saja menjadi berita bagus buat masyarakat, terutama yang akan mengurus pembuatan e-KTP.

Lalu kapan E-KTPnya bisa diambil? sayangnya untuk masalah satu ini keterangannya masih sama, karena sudah satu tahun ini blangko kosong, katanya. Sehingga pihak kecamatan pun tidak dapat memastikan kapan kira-kira e-KTP si Abang dapat diambil.

Lalu bagaimana caranya kami bisa mendapatkan informasi jika e-KTP sudah terbit? Caranya dengan sering-sering bersilaturahim ke kantor kecamatan untuk menanyakan kabarnya, kabar e KTP maksudnya. Boleh juga sih kalau mau sekalian menanyakan kabar para pegawai di kantor kecamatan. Hehehe...

Bolak balik mengunjungi kantor kecamatan? duh rasanya kok sangat tidak efektif, ya? apalagi bagi mereka yang punya kesibukan padat, atau yang bekerja di luar daerah. Kasusnya Jadi seperti seorang wanita yang bolak balik nanya sama calonnya, "Kapan melamar?" karena digantung tanpa kepastian. #ngomongapasih?

Bukankah lebih pas kalau pemberitahuan terbitnya KTP elektronik dilakukan melalui surat elektronik juga? atau memang e-KTP dan E-mail masih kurang akrab, sehingga malu-malu untuk saling bantu? Baiklah, bagaimana jika saya sodorkan alternatif lainnya misal pemberitahuan melalui SMS. Rasanya akan lebih efektif baik bagi masyarakat maupun bagi petugas, bukan? Mengingat yang sedang kita urus ini adalah KTP elektronik, lalu kenapa mendapatkan informasi penerbitannya saja harus manual sekali?

yagami ramen house

Ah, ini hanya lintasan pikiran saya saja, karena lintasan pikiran ini segera menguap setelah Bang Davin mengajak si Emak mampir makan siang dulu di Yagami Ramen House. Godaan ramen yang tersaji di depan mata dalam sekejap mengikis berbagai lintasan pikiran di benak Emak di jam makan siang ini. Oh.... rupanya si Emak lapar 😀

10 replies
  1. Munasyaroh
    Munasyaroh says:

    Saat ini e-ktp merupakan barang berharga yang susah banget mendapatkannya, walaupun penting tapi banyak yang belum punya karena sistem yang ribet

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply