indari mastuti

Sejak nyebur ke dalam komunitas penulis ODOP sekitar September 2016 lalu, saya mulai menambah pertemanan dengan para penulis, bergabung ke dalam komunitas-komunitas penulis lainnya, dan mengikuti postingan para penulis cetar, buat belajar.

IIDN adalah satu komunitas menulis yang saya ikuti, meskipun saya tidak aktif di sana, dan lebih banyak menyimak. Selalu terkagum-kagum melihat mereka yang mampu menebar manfaat melalui rangkaian aksara.  Dan salah satu sosok yang membuat saya kagum itu adalah seorang Indari Mastuti, atau yang lebih akrab dengan panggilan Teh Iin.

Maka, ketika ada lomba menulis dengan tema Bangga Menjadi Ibu yang diadakan oleh Bitread dan Emak Pintar pada tanggal 8 Oktober – 8 November 2016 lalu, saya antusias mengikutinya meskipun baru ditulis pada malam terakhir, dan setoran tepat beberapa menit sebelum pukul 23.59, sebagai pejuang deadline.

antologi bangga menjadi ibu

Bangga Menjadi Ibu, buku antologi pertama saya.

Sampai pada suatu hari nama saya dicolek dalam status sahabat yang juga mengikuti event itu, di situ saya baru tahu jika tulisan saya lolos menjadi salah satu finalis dan kontributor buku Bangga Menjadi Ibu. Bahagia, sudah pasti perasaan itu yang memenuhi dada. Dan semakin semangatlah saya mengikuti komunitas menulis untuk melatih tulisan agar semakin layak dibaca. Kelas training di Indscript dan Joeragan Artikel pun saya ikuti. Nama Indari Mastuti semakin akrab di telinga, meski belum pernah bertemu maupun chat langsung dengannya.

Silaturahim Membawa Rejeki

indblack lovesocks

Hingga pada Januari 2018 saat saya dan sahabat bertakziah ke rumah seorang teman yang ayahnya meninggal, kemudian kami pun mampir ke kantor Indscript. Inilah pertama kalinya saya bertemu langsung dengan beliau. Bukan kebetulan jika saat itu Teh Indari yang usaha fashionnya, Indblack, sedang berkembang pesat membutuhkan seorang asisten untuk mengelola lebih dari empat puluh grup marketernya, dan berjodoh dengan saya. Iya, silaturahim yang terjalin di antara kami pastinya atas skenario Allah.

Semakin saya mengenal beliau, bagaimana menjalani hari-harinya dengan penuh gairah. Ide-ide seolah tak pernah  berhenti tumbuh dari kepalanya, dan… segera ditangkap untuk dieksekusi. Bisnis yang terus berkembang sejalan harmonis dengan dengan kehidupan pribadinya bersama keluarga kecil yang manis.

Indari Mastuti dengan Bendera Bisnisnya

indscript creative

Kecintaan beliau pada dunia menulis yang sudah ditekuninya sejak masih belia menjadi jalan yang menuntunnya hingga pada pencapaian saat ini. Enam puluh delapan buku sudah terlahir dari buah pikirnya. Komunitas Menulis dan Bisnis yang dibangunnya khusus untuk kaum perempuan, agar mampu mandiri dan berkarya dari rumah, telah banyak melahirkan para pebisnis dan penulis hebat.

Bisnis agency naskah dengan bendera Indscript Creative yang dirintis sejak akhir 2007 pun terus berkembang hingga saat ini. Bukan saja jasa copywriting dan personal branding,  kelas-kelas trainingnya pun semakin beragam.  Disempurnakan dengan lahirnya produk-produk inovatif untuk kaum perempuan sebagai penunjang aktivitasnya agar semakin produktif, seperti bermacam-macam agenda, kalender interaktif, juga bermacam-macam board.

Tak cukup sampai di situ, beliau pun akhirnya menggebrak dunia fashion dengan handsock Indblacknya. Dan yang terbaru, akan segera launching untuk turut meramaikan jagat bisnis fashion saat ini adalah Bakulan, yaitu produk jilbab dengan harga miring yang dibuat tanpa merek, ditujukan untuk membantu para pebisnis atau calon pebisnis yang ingin memiliki brand sendiri tanpa dipusingkan dengan masalah produksi.

Ada begitu banyak energi positif yang menguar beraroma semangat dan optimisme setiap kali berinteraksi dengannya. Rejeki memang tak selalu berupa materi, mendapat kesempatan untuk bersinergi dan seruput ilmu dari seorang Indari Mastuti adalah rejeki yang luar biasa. Belajar mengikuti ritme beliau menjadi tantangan besar buat saya. Sebuah pertanyaan yang diberikannya dalam pinangan via WhatsApp saat itu adalah, “Siap lari ama aku, nggak?”

Produktivitas Berawal dari Rutinitas

daily activity

Daily activity, metrik pencapaian, dream board, dan agenda adalah manager bagi kegiatan Teh Iin.

Lari? Iya… lari. Perempuan satu ini memang terlalu energik untuk diikuti langkahnya sehingga tak mungkin mengikutinya tanpa berlari. Sangat dinamis, sesuai moto hidupnya untuk terus bergerak. Ide-ide tak pernah berhenti bermunculan dari kepalanya, dan… jangan harap ada satu saja ide yang lolos dari tangkapannya untuk segera dieksekusi, meski harus melalui proses trial error terlebih dahulu.

Sapaan hangat khasnya pada setiap grup binaan adalah rutinitas yang tak pernah dilewatkan. Berbagi materi dan diskusi, menjadi cara beliau untuk menjalin keakraban. Meski kerap para leader maupun marketer sedikit bingung mendapati program-program baru yang beliau suguhkan setiap hari, namun itu juga yang menjadi pelecut semangat.

Bagi Indari Mastuti masalah hanyalah sebuah tantangan untuk terus mengasah kemampuan, yang beliau lakukan hanya fokus mencari solusi. Menerapkan plan A dengan persiapan back up plan B. Segala aktivitasnya begitu tertata dan terencana, tentu saja termasuk goal yang ingin dicapai, sehingga langkahnya akan terarah dengan pasti untuk sampai pada tujuan. Dan ini yang menjadi salah satu rahasia sukses seorang Indari, aktivitas yang selalu terencana, dimanage dengan sempurna, sehingga tidak menyisakan celah unproductive dalam waktu yang dilaluinya.

Berbagi Cara Untuk Mengayakan Diri

quote indari

Disiplin dan komitmen adalah pondasi dalam membangun kesuksesannya. Bukan hanya sukses sebagai penulis dan pebisnis, namun sukses juga sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Komitmen tinggi pada setiap peran yang dijalani, itu yang membuat kehidupan pribadi dan bisnisnya tetap berjalan seimbang tanpa gesekan.

wanita mencipta surga

Buku Wanita Mencipta Surga

Maka tidak heran, jika hingga saat ini sudah 68 buku yang terlahir dari buah pikirnya. Wanita Mencipta Surga adalah karya ke-68 beliau yang berduet dengan Ibu Siti Muntamah,berturutan dengan lahirnya buku Resep Emak Berjualan Dijamin Laris. Dengan target satu bulan lahir dua buku, maka naskah -naskah untuk buku berikutnya pun sudah siap. Nih, saya kasih bocoran buku-buku beliau berikutnya, yaaa. Jurus Jitu Jualan Baju, Anakku Izinkan Ibu Mencipta Surgamu, belum lagi naskah yang tengah digarap untuk buku duet bersama peserta kelas Indscript Writing Skills yang dibimbingnya.

indscript writing skills

Indscript Writing Skills

Menulis duet bersama Indari Mastuti? Iya, bagi peserta kelas Indscript Writing Skills dengan investasi 1,5 juta berpeluang untuk bisa menulis duet bersama Teh Iin. Dan tidak sedikit yang berhasil melahirkan buku solo.

Kelas menulis ini sebelumnya adalah kelas Sekolah Perempuan yang saat ini lebih berfokus pada sharing gratis materi seputar dunia kepenulisan. Maka untuk sementara kelas berbayarnya dikelola oleh Indscript.

Beberapa hari lalu kelas ini sempat dijadikan sebagai bonus untuk para konsumen writing board dengan harga Rp. 99.990,- saja, juga buku Wanita Mencipta Surga untuk PO kloter II dengan harga Rp. 153.00,- dan harga normal Rp. 199.000,-. Hingga tak heran, jika kelas Indscript Writing Skills pun langsung diserbu oleh para perangkai aksara. Inilah salah satu cara beliau berbagi di sela-sela aktivitas bisnisnya, selain kelas suka-suka dengan investasi seikhlasnya yang biasa diselenggarakan pada hari Jum’at.

modal usaha

Seorang perempuan penerima modal usaha dari program sosial Indscript dan Indblack

Program pemberian modal usaha bagi kaum perempuan pun menjadi agenda rutin Indscript dan Indblack sebagai wujud kepedulian sosial dalam pemberdayaan kaum wanita. Karena berbagi adalah cara untuk mengayakan diri. Kaya bukan hanya dalam pengertian materi, kaya hati adalah kekayaan yang nilainya jauh lebih berarti.

Dari beliau saya banyak belajar, menyisakan segudang PR perbaikan diri, khususnya dalam hal produktivitas dan management waktu. Semoga pada akhirnya saya mampu untuk menjadi seorang perempuan produktif tanpa tapi dan nanti seperti beliau ini.

30 replies
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Tosss. Iya Mbak, buat saya juga ini pertama kalinya ikut challenge dan jadi buku pertama juga. Sejarah… Hahaha.

  1. steffifauziah
    steffifauziah says:

    wah bunda indari emang keren banget sih beliau. Masyaallah, orangnya baik dan sangat kompeten banget sama bisnisnya. salut sama beliau. Semoga teh indari selalu sukses dan Allah mudahkan selalu urusannya. Aamiin

    Reply
  2. Dian Restu Agustina (@dianrestoe)
    Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Kalau Teh Indari bukan lari lagi sepertinya..tapi terbang melesat tinggi, sementara orang kayak saya berjalan pelan-pelaaan.
    Keren sekali artikel ini Mbak, saya suka bacanya..dan salut dengan pencapaian Mbak Ane juga.
    Tertular semangat saya jadinya:)

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Betul Mbak, dia mah terbaaang.
      Eh tapi kalau kayak Mbak Dian ngakunya jalan pelan, apa judulnya saya? wkwkwk

  3. Jeanette Agatha
    Jeanette Agatha says:

    Aku suka banget Teh Indari yang sangat menginspirasi. Semangatnya yang luar biasa dan sangat rendah hati sekali :)
    Teh Ane juga sangat luar biasa, sukses terus ya teh :)

    Reply
  4. Megha Rachma
    Megha Rachma says:

    MasyaAllah tabarakallah yah teh Indari. Jujur aja sampai sekarang belum pernah ketemu muka sama teh indari. Sama teteh yang ngebuat aku kaya gini sekarang. Mencintai dunia menulis. Semoga yah segala usahanya terus melesat supaya lebih banyak lagi yang bisa terbantu. Dan semoga kita juga bisa mengikuti jejak teteh indari aamiin

    Reply
  5. Kholifah Hariyani
    Kholifah Hariyani says:

    Teh Iin, saya dengar namanya disebut saja sudah semangat. Bersama Teh Iin-lah saya pertama kali belajar menulis artikel hingga punya akun di kompasiana. Tulisan tentang Teh Iin juga yang akhirnya jadi trending topic kala itu. Teh Iin memang sosok yang menginspirasi… Semoga usaha Teh Iin makin sukses & berkah. BarokAllah buat Mbak Ane juga, semoga lancar “lari”-nya bersama Teh Iin ya…

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Makasih do’anya Teh. Semoga saya bisa bebenah dengan cepat biar ga jauuuuh ketinggalan. Heuheu…

  6. Melina Sekarsari
    Melina Sekarsari says:

    MasyaAllah ya, Teh Indari. Aku ikut salah satu kelas menulisnya. Sampai saat ini belum berkesempatan bertemu. Mesti ketemu langsung dan menyerap ilmu dari beliau juga, nih. Perempuan hebat memang selalu dapat menginspirasi perempuan lain agar bertumbuh. Salut!

    Reply
  7. Qoty Intan Zulnida
    Qoty Intan Zulnida says:

    Masya Allah, membaca tulisan ini seakan menggugah semangat di dalam hati hingga makin membara. Yuk, semangat menulis, semangat produktif agar bisa terus menebar manfaat bagi sesama.

    Reply
  8. lisa lestari
    lisa lestari says:

    Teh Indari memang wanita luar biasa. Selalu memiliki ide-ide baru yang keren banget. Nggak pernah kehabisan ide, serasa punya pohon ide dan energi dalam realisasinya.

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Iya bangeeet, sampe kadang bengong dibuatnya, merhatiin beliau yang seolah ide tuh berlompatan terus dari kepalanya.

  9. Dawiah
    Dawiah says:

    Wah siapa sih yang tidak kenal Teh Indari ini?

    Yang terinspirasi sama beliau itu bukan cuma Mbak loh, saya juga. Kita toss ya!

    Reply
  10. Eni Rahayu
    Eni Rahayu says:

    Saya juga bangga bisa kenal beliau mbak. Malah saya pernah menjadikan beliau sebagai wanita inspiratif di blog saya. Hehe.. saking sukanya lihat beliau yg humble dan punya semangat tinggi

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply