jurus menghadapi ppdb

PPDB baru saja berlalu. Liburan akan segera berakhir, karena Senin, 17 Juli 2017 saatnya para siswa kembali ke bangku sekolah. Seperti biasanya, pada setiap awal tahun ajaran baru, sekolah pun akan dihiasi oleh wajah-wajah baru para siswa-siswi yang sudah dinyatakan resmi diterima sebagai murid di sekolah tersebut.

Episode PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) sudah berakhir, namun bagi sebagian orang tua dan siswa pengalaman ini cukup meninggalkan ‘kesan yang mendalam’. Ada banyak cerita dibalik perjuangan para orang tua dan putra-putrinya dalam upaya mendapatkan bangku di sekolah yang diimpikan melalui pertarungan PPDB.

Kisah kisruh nampaknya masih enggan move on dari cerita PPDB, khususnya PPDB Bandung dan Jabar 2017 yang saya ikuti. Untuk wilayah lain Saya kurang mengikuti, semoga saja proses PPDBnya berjalan dengan jauh lebih baik dan lancar.

Di tahun 2017 ini, PPDB untuk penerimaan siswa-siswi SMA dan SMK berada di bawah tanggung jawab Pemda (Pemerintah Daerah), dimana sebelumnya PPDB SMA dan SMK bersamaan dengan PPDB SD dan SMP yaitu berada di bawah tanggung jawab Pemkot (Pemerintah Kota). Tentu saja besar harapan masyarakat, PPDB di tahun 2017 ini akan berjalan jauh lebih baik, setelah sebelumnya dari tahun ke tahun kisruh dalam proses PPDB selalu mewarnai, dan hal ini cukup melelahkan.

Sistem pendaftaran online PPDB Jabar yang dicanangkan, menjadi angin segar bagi para calon peserta PPDB. Tentu saja hal ini akan sangat memudahkan, karena proses pendaftaran dapat dilakukan dari rumah hanya dengan memasukkan data dan berkas yang diperlukan, untuk kemudian memantau perkembangannya melalui website. Namun sayangnya, sistem pendaftaran online tidak berjalan seperti yang diharapkan sejak masa pendaftaran jalur non akademik yang dijadwalkan lebih awal sebelum jalur akademik. Sehingga kemudian sistem setengah online diberlakukan pada masa pendaftaran jalur akademik.

Saya mencoba mengakses website PPDB Jabar, sekedar ingin mengetahui seperti apa sih perkembangannya ketika PPDB berada di bawah pengawasan pemerintah daerah? Ternyata masalah kesulitan mengakses website PPDB mewarnai awal masa pendaftaran jalur akademik, server yang down sehingga proses penentuan jarak untuk menentukan tambahan poin terhambat, hingga hilangnya data siswa pada website PPDB, padahal passing grade siswa-siswi yang bersangkutan mencukupi. Yang lucunya, malah ada kasus data anak yang belum mendaftar justru sudah tercantum pada website di salah satu sekolah. Hal-hal seperti ini tentu saja menimbulkan berbagai macam dugaan seperti bangku siluman yang rumornya selalu mewarnai proses PPDB dari tahun ke tahun.

Untuk menyikapi masalah PPDB yang hampir selalu dirundung masalah, alangkah lebih baiknya jika para orang tua calon peserta PPDB lebih mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelum proses PPDB berlangsung. Mengingat terkadang sosialisasi aturan PPDB itu sendiri agak terlambat.

Lalu persiapan apa yang sebaiknya dilakukan?

1.Pro aktif dalam mencari informasi seputar PPDB, mulai dari mengumpulkan data passing grade pada tahun-tahun sebelumnya dan data sebaran nilai UN, untuk membantu dalam pertimbangan penentuan sekolah yang akan dipilih, tentu saja sekolah yang dapat memberikan peluang lebih besar bagi putra-putri anda.

2. Selain informasi passing grade pada beberapa tahun sebelumnya, mempelajari aturan serta sistem yang berlaku, dan masalah-masalah yang ada juga penting. Karena sekalipun peraturan PPDB hampir setiap tahun mengalami perubahan, namun tetap ada pola yang sama. Caranya bisa dilakukan dengan bertanya kepada mereka yang telah berpengalaman, juga dengan membaca berita- berita yang tersebar di media.

3. Wajib hadir pada saat proses sosialisasi aturan PPDB di sekolah. Hal ini sangat penting, untuk mengetahui aturan yang berlaku pada saat itu, sehingga kita dapat melakukan persiapan dan strategi terbaik dalam menentukan sekolah pilihan. Melengkapi informasi dengan mengakses langsung melalui website-website terkait, seperti website Dinas Pendidikan, dan tentu saja website PPDB sendiri sangat saya sarankan, untuk melengkapi informasi yang didapat.

4. Persiapkan berkas-berkas pendaftaran yang diperlukan sebelum proses PPDB dimulai, lengkapi. Karena masalah ketidaklengkapan berkas yang dibutuhkan masih saja sering terjadi. Tidak terlalu masalah jika berkas yang dibutuhkan sudah tersedia di rumah, namun bagaimana jika masih harus diurus ke instansi terkait? Tentu saja hal ini akan lebih banyak menguras waktu dan tenaga, selain mempersempit waktu dalam mengikuti proses PPDB.

5. Memasukan berkas pada sekolah pilihan di hari-hari terakhir masa PPDB menjadi salah satu strategi yang banyak dipilih oleh para orang tua siswa, setelah sebelumnya mengamati para peserta yang telah lebih dulu mendaftar, untuk melihat peluang putra-putrinya pada sekolah yang diharapkan. Ini dinamakanKarena itu, biasanya jumlah pendaftar akan membludak pada hari-hari menjelang penutupan dengan strategi wait and see. Nah, jika strategi ini menjadi pilihan anda, maka semuanya akan berjalan lebih lancar bila semua berkas telah disiapkan.

6. Satu lagi, belajar dari pengalaman hilangnya data dari website maka copy paste, atau mengcapture data pada website bisa anda lakukan, sebagai persiapan jika sewaktu-waktu hal serupa terjadi lagi. Sehingga data terkahir yang anda butuhkan dalam strategi wait and see telah aman di tangan anda.

7. Begitupun saat anda telah mendaftar, mengcapture data terupdate pada website sebagai pegangan atau bukti jika sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan terjadi pada data putra-putri anda, seperti yang terjadi pada PPDB Jabar Juni 2017 lalu.

8. Pastikan anda terus memantau perkembangan posisi putra-putri anda pada PPDB, sehingga jika terlempar dari sekolah yang dicita-citakan, dapat segera memutuskan dan bergerak untuk mencari sekolah penggantinya.

Namun hal terpenting dari semua itu tentu saja berdo’a memohon diberikan kemudahan pada Yang Maha Kuasa. Karena apapun yang kita harapkan, termasuk diterimanya putra-putri tercinta di sekolah impian melalui proses PPDB, tentunya hanya akan terwujud atas ridho-Nya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply