Ketika Writer’s Block Menyapa

writer's block
Berkali-kali didekap writer’s block, membaca memang menjadi salah satu obat yang cukup mujarab. Banyak pilihan untuk menjadi bahan bacaan, bisa dengan blog walking, membaca buku, atau membaca timeline media sosial.

Writer’s block, konon inilah virus yang kerap menghinggapi para penulis. Ketika ide terasa buntu, atau bahkan saat ide hadir namun rasanya sulit menuangkan dalam rangkaian aksara, akhirnya hanya beradu tatap dengan si lapie yang tengah menerka-nerka apa kira-kira yang akan dilakukan orang di hadapannya kemudian. Tentunya dia berharap agar jangan sampai si writer’s block menjelma menjadi big break.

Saat si writer’s block tengah mengunjungi dan berusaha memeluk saya erat, biasanya saya memilih untuk meninggalkan dahulu tulisan yang sedang dibuat. Seperti beberapa hari belakangan ini, writer’s block sepertinya sedang kangen dengan hadir berkunjung. Kebetulan buku hasil karya salah dua teman Odop yang sudah Saya pesan pun baru tiba. Di tengah dekapan writer’s block datang bacaan segar berjudul ‘Menuntaskan Rindu’ karya Aa Gilang dan Ciani, ini cukup menyegarkan buat otak yang mulai tetot.

Ya… berkali-kali didekap writer’s block, membaca memang menjadi salah satu obat yang cukup mujarab. Banyak pilihan untuk menjadi bahan bacaan, bisa dengan blog walking, membaca buku, atau membaca timeline media sosial. Karena setelah membaca buku, blog, atau status teman di media soaial, biasanya cukup efektif untuk kembali melahirkan ide yang dituangkan dalam rangkaian aksara.

Selain membaca, chit chat dengan teman juga bisa menjadi pilihan, selain ketawa ketiwi bareng, biasanya diselingi curhatan, atau cerita-cerita teman yang bisa menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan kita.

Pilihan lainnya yang bisa dicoba adalah mendengarkan lagu. Apalagi jika lagu yang diputar merupakan lagu yang menyimpan kenangan buat kita, dijamin jemari akan kembali lincah menari di atas keyboard, menulis sepenuh hati, dan writer’s block pun roboh seketika.

Membaca sudah, chit chat sudah, dengerin lagu juga sudah, writer’s block masih enggan beranjak juga? Mungkinkah faktor penyebabnya karena lapar? Oke, kalau ini masalahnya, kita sama-sama tahu apa yang harus dilakukan, bukan?

Oh iya, satu lagi jurus yang cukup ampuh untuk menangkal writer’s block ialah bergabung dalam komunitas penulis, seperti Odop misalnya. Berkumpul bersama teman-teman yang memiliki kesamaan minat, dapat saling menyemangati, selain bisa melahirkan rasa malu jika kita tidak konsisten mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama.

Selain semua yang sudah disebutkan di atas, saat writer’s block menyapa tak ada salahnya coba beristirahat dahulu, karena mungkin saja mata dan tubuh kita sudah kelelahan. Cobalah tidur, biarkan tubuh, mata, serta otak beristirahat sehingga dapat kembali berfungsi optimal saat kita melanjutkan tulisan.

#tantanganodop
#writer’sblock

6
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
kgferyfadli
Guest

Sepakat bund…
Membaca, mendengarkan mudik, dan bercengkrama merupakan cara yang efektif untuk menentang WB

Asal jangan kelewatan
:D :D :D

apriliyacahaya
Guest

Setuju mbak setuju…

Sabrina lasama
Guest
Sabrina lasama

Habis baca timeline media sosial biasanya saya malah keterusan sampe lupa waktu…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Menakutkan banget ya writers block ineeeeπŸ˜…πŸ˜…

prima
Guest
prima

Barusan nulis juga soal writer’s block. Kalau dipikir-pikir, cuma penulis aja ya yang ngalamin ini. Kebayang nggak kalo misalnya karyawan pamit ga ngantor soalnya dia kena worker’s block…atau ibu yang cuti ngurusin keluarga soalnya terserang mommy’s block.

Jadi wandering, writer’s block itu…alasan ato alesan ya hehehehe…

You May Also Like
bangku siluman
Read More

Bangku Siluman

Memang sudah bukan rahasia lagi, jika dari tahun ke tahun pasca PPDB akan marak bisnis bangku siluman di sekolah-sekolah, tawar menawar pun terjadi, sampai harga 'sekian' disepakati.