Memberdayakan Diri dengan Pemilihan Kata yang Tepat

memberdayakan diri dengan pemilihan kata yang tepat
Kata-kata mampu memicu makna tertentu, dimana makna tersebut akan mempengaruhi perasaan seseorang terhadap kata itu. Pemilihan kata yang tepat, sangat membantu dalam proses pemberdayaan diri.

Tahukah Anda, bahwa kata-kata mampu memicu makna tertentu, dimana makna tersebut akan mempengaruhi perasaan seseorang terhadap kata itu. Pemilihan kata yang tepat, sangat membantu dalam proses pemberdayaan diri seseorang.

Sebagai contoh, apa yang tersirat dalam benak kita ketika mendengar kata ‘geng motor’? Tentu berbagai gambaran negatif sudah berseliweran di benak kita, bukan? Kata geng motor memicu makna negatif, seperti kriminal, brutal, nakal, dan lain sebagainya yang akan menimbulkan perasaan cemas, khawatir, ketakutan, dan lain-lain. Lalu apa kesan yang anda dapatkan jika kata geng, kita ganti dengan ‘komunitas’. Komunitas motor, meninggalkan makna positif, yang  berarti kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan minat atau hobi. Tidak menghadirkan perasaan-perasaan takut, terancam, dan lain sebagainya pada diri kita.

Jadi, jelas bukan? Jika sebuah kata akan mampu mempengaruhi perasaan seseorang. Untuk itu dalam kehidupan sehari-hari, sangat dianjurkan jika kita membiasakan diri dengan pemilihan kata yang baik.

Kita ambil sebuah contoh; seseorang yang sudah dikenal dengan label negatif berhubungan dengan kebiasaannya yang kurang baik, semisal ceroboh,  malas, jorok, dan lain sebagainya. Jika seseorang telah mendapatkan label negatif bukan saja dari lingkungannya, bahkan dirinya sendiri pun turut mengaminkan label negatif tersebut, maka jelas kebiasaan negatif tersebut akan semakin sulit dirubah.

Maka Jika sungguh-sungguh ingin merubahnya menjadi lebih baik, mulailah lakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Sadari label negatif yang telah kita berikan sendiri pada diri kita.
  2. Putuskan segera untuk merubahnya.
  3. Ijinkan diri untuk memberikan label baru yang lebih baik, yang akan mampu memberdayakan diri kita.
  4. Visualisasikan bahwa kita telah memiliki label baru, hingga terasa di tubuh kita. Hal ini bisa kita lakukan dengan memulai kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan label baru yang positif bagi diri kita.

Maka jika kita secara konsisten melakukannya, lingkungan pun akan merasakan perubahan itu, dan label negatif pun akan hilang dengan sendirinya dari diri kita, berganti dengan label baru yang jauh lebih positif.

Contoh lainnya; dalam keadaan sedih, atau marah, biasanya berbagai lintasan kata-kata negatif berlalu lalang di benak kita. Bagaimana cara menyikapinya agar diri tetap dapat merasakan hal-hal positif?

  1. Sadari terlebih dahulu rasa sedih atau marahnya.
  2. Tanyakan pada diri, apa yang memicu perasaan tersebut? Misal marah atau sedih karena anak mendapatkan nilai yang jelek.
  3. Amati pemaknaan kita terhadap situasi tersebut. Misal, anak mendapatkan nilai yang jelek=malas=bodoh=masa depan suram
  4. Sebenarnya, pemaknaan kita terhadap situasilah yang memicu perasaan marah atau sedih tersebut, bukan?
  5. Carilah makna lain yang lebih memberdayakan diri kita. Misal; anak mendapatkan nilai kecil karena cara penyampaian materi yang  kurang tepat dengan gaya belajarnya = anak perlu dibantu untuk memahami pelajarannya dengan metode yang tepat dengan gaya belajarnya.
  6. Setelah memaknai ulang, biasanya perasaan negatif akan mereda. Latihlah terus, sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang akan muncul secara otomatis saat kita menghadapi masalah-masalah serupa.

Demikian besarnya dampak dari pemilihan sebuah kata dalam upaya pemberdayaan diri . Jadi mari mulai membiasakan diri untuk lebih jeli memilah kata yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

#kelas_gampang_bikin_artikel_JA

9
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Anik's Blog
Guest

Pentingnya pelabelab diri. Nice post mbak :)

Anik's Blog
Guest

Samasama, Mbak. :)

wiwidnurwidayati
Guest

Wah keren nih tulisannya, bermanfaat banget

Fitriani Nurul Izzati
Guest

Keren Mba Ane …

Terima kasih artikelnya sangat bermanfaat.

Nice post. 😊👍

wiwidnurwidayati
Guest

Semoga segera ketemu ya pemilik rusuknya,

rika widiastuti altair
Guest
rika widiastuti altair

Semoga segera bertemu ya mbak awie.

Hikmah Ali
Guest
Hikmah Ali

Yang juragan artikel mah nyata kerennya^^

Labeling positif :)

You May Also Like
Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini
Read More

Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini

Seks dianggap hal tabu untuk dibicarakan dalam keluarga. Padahal pendidikan seks ini penting untuk disampaikan pada anak sejak dini, dan orang tualah pendidik seks terbaik demi menghindari anak mendapatkan informasi yang tidak tepat atau bahkan menyesatkan.