pura luhur uluwatu bali

Bali, yang ada dalam list tujuan wisata tahun depan, qadarullah, ternyata saya ditakdirkan datang lebih cepat, meskipun bukan bersama keluarga. Berangkat dalam misi on duty bersama tim Bisa Bicara Training and Coaching. Setelah ceki-ceki tiket pesawat tujuan Bali di Traveloka , kami pun memutuskan flight pada 9 November dengan penerbangan pukul 16.00 WIB.

Bisa Bicara Training and Coaching adalah sebuah lembaga public speaking, dimana kami melayani kelas reguler maupun in house training.  Dalam misi in house training kali ini, kami akan menyelenggarakan kelas presentasi selama dua hari untuk tim produsen Dapur Rumahan, di Denpasar, Bali, tepatnya pada tanggal 11 dan 12 November 2018.

Bukan kebetulan jika tanggal tersebut yang terpilih, ini karena owner Dapur Rumahan, Sendy Hadiat, punya hajat besar di tanggal 10 November, yaitu launcing buku ke-duanya yang berjudul #NamakuSendy, setelah buku pertamanya Menemukan-Mu dan Menemukannya. Dan Endy mengundang kami untuk turut hadir di moment pentingnya itu.

Bali We’re Coming

Derasnya curah hujan turut mengantarkan keberangkatan kami menuju bandara Husein Sastranegara, Alhamdulillah… Allah menghadiahi kami waktu mustajab untuk berdo’a. Tentu saja do’a kami adalah supaya perjalanan lancar dan berkah, keluarga yang ditinggalkan pun baik-baik saja. Biasa, jika kaum emak yang bepergian persiapannya pasti jadi double, untuk diri sendiri, juga buat yang di rumah. Rangkaian pesan dari A sampai Z berulang-ulang dikumandangkan kepada para bujang dan kepala sukunya.

bali i'm comingPerjalanan sekitar dua jam seraya bergurau dengan gumpalan awan menghantarkan kami sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai. Mas Iwan driver yang diutus untuk menjemput kami sudah menanti, kami pun segera meluncur menuju Monica Bali Villa, di jalan Pendidikan, Sidakarya. Tempat yang sudah dipersiapkan untuk kami selama beberapa hari di sana.

Hari istimewa pun tiba, karya ke-dua Sendy Hadiat lahir hari Sabtu, 10 Novembar 2018. Acara yang berlangsung di The Night Market Cafe, Denpasar, Bali, berjalan lancar dan penuh keharuan. Hari itu pula menjadi saat pertama kalinya bertemu langsung dengan adik-adik produsen Dapur Rumahan yang selama ini hanya berinteraksi melalui WhatsApp atau Facebook.

keluarga dapur rumahanSambutan yang hangat dan ramah dari adik-adik cantik nan soleha ini membuat suasana cair begitu saja, diselingi canda dan tawa. Alhamdulillah, rejeki tak ternilai untuk saya, bisa bersilaturahim langsung dengan mereka, memeluk dan cipika cipiki bukan melalui emot saja.

Selesai acara kami kembali ke villa. Cuaca yang panas membuat kami betah berlama-lama di dalam kamar, dikelonin AC. Jelang malam, Mas Iwan sudah wapri lagi, mengingatkan kami untuk bersiap-siap karena akan segera dijemput untuk makan malam di Jimbaran.

Rona Senja di Jimbaran

Tiba di Jimbaran, mata kami dimanjakan oleh keelokan senja yang selalu memesona di ufuk barat dengan rona jingganya. Seeeet, senjata seorang amatir foto dikeluarkan dari saku, jepret, jepret, jepret, sang senja pun segera kuabadikan di dalam handphone.

senja di jimbaran Seperti biasanya, senja menyapa hanya sesaat saja, untuk kemudian pendar rona jingganya semakin pudar ditelan gelap malam. Begitu pun dengan senjataku ini, tak mau kalah, dia pun menunjukkan garis merah dengan lambang angka 2% pada layar sebagai pertanda mohon izin untuk istirahat. Eits… tidak bisaaa, 2% masih lumayan untuk membidik beberapa objek cantik.

Deretan meja-meja yang dikelilingi kursi berjejer dengan latar pemandangan pantai yang memesona. Ramai orang menikmati Jimbaran Sea Food Dinner, dan tentu saja ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Suasana makan malam yang romantis, berteman liuk cahaya lilin, dalam remang malam di pantai Jimbaran. Memang sepertinya akan lebih sempurna suasana romantis itu jika menikmatinya bersama pasangan. Hehe…

jimbaranSelesai dinner, Mas Iwan pun mengantar kami kembali ke villa untuk beristirahat, persiapan kelas presentasi esok hari. Namun istirahat jadinya hanya wacana, ketika tiga orang Emak rumpies berkumpul sebagai roomate.  Kesempatan langka untuk bisa saling bercerita dan bercanda lebih lama sebagai roomate serasa zaman remaja. Hahaha… Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.30, akhirnya kami pun satu per satu menyerah pada kantuk yang semakin terasa berat menggelayuti kelopak mata ini.

Tugas Selesai, Mari Kita Ngopi

Hari pertama kelas presentasi  diisi dengan penyampaian materi dan praktik dilengkapi coaching dari Ibu Hirni sebagai trainer sekaligus coach. Dan di hari ke dua, kelas diisi dengan praktik membuat desain presentasi untuk kemudian dipresentasikan secara bergiliran. Pada sesi praktik membuat desain presentasi, giliran kami, saya, dan dua orang teman satu tim yang membimbing para peserta yang sudah dibagi menjadi tiga kelompok.

kelas presentasi bbtcAlhamdulillah kelas pada hari Minggu dan Senin yang berlangsung hingga sore hari berjalan dengan lancar. Itu artinya, misi utama kami sudah tertunaikan. Selasa kami jadwalkan untuk kembali ke kota Kembang tercinta. Penerbangan pukul 20.00 WITA kami pilih agar sempat jalan-jalan dulu sebelum menuju bandara.

ngopi di renonSenin malam Endy dan Mbak Anik sebagai pribumi mengajak kami hang out di Coffee Secret Renon. Suasana coffee shop yang cozzy membuat kami betah ngobrol sambil berhaha hihi, dan jeprat jepret seperti biasanya. Dengan ditemani Vietnam Drip Coffee dan beberapa potong sandwich yang lezat, energi saya untuk berhaha hihi pun semakin meningkat. Tidak sampai larut malam, karena kami pun harus beristirahat mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang esok hari.

Pura Luhur Uluwatu Dulu Sebelum Balik Bandung

Sekitarpukul 09.00 kami check out dari villa. Seminyak menjadi tempat tujuan pertama, untuk memenuhi keinginan si bungsu, Adhin, yang ingin eksis di sebuah toko ice cream yang instagramable di sana.

monica bali villa

Selesai misi si bungsu, kami melanjutkan perjalanan, namun terlebih dahulu mengisi perut yang sudah mulai keroncongan dengan menu ayam betutu dan segelas es jeruk yang maknyos. Kemudian mampir ke Krisna untuk belanja sedikit oleh-oleh. Dari Krisna kami menuju Pura Luhur Uluwatu dengan pertimbangan sebagai tempat wisata terdekat yang dapat kami tuju.

Untuk memasuki area wisata ini, kami cukup membayar Rp. 20.000,- saja per orang. Di depan tempat penjualan tiket disediakan selendang berwarna orange dan kain sarung ungu untuk dikenakan oleh para wisatawan. Kami masing-masing mengambil sehelai selendang saja untuk diikatkan di pinggang, karena sarung diperuntukkan bagi mereka yang berpakaian pendek di atas lutut.

Konon nama Uluwatu diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti puncak batu karang. Nama ini dipilih karena lokasi pura yang berada di atas tebing batu karang. Pura ini adalah tempat pemujaan umat Hindu yang biasanya menyajikan pertunjukan tari kecak menjelang matahari terbenam. Namun sayang, pertunjukan ini harus kami skip mengingat jadwal penerbangan pada pukul 20.00, dan tentunya kami harus tiba di bandara lebih awal.

wisata uluwatu

Keindahan hamparan samudera biru si bawah tebing yang elok memanjakan mata kami, mahakarya Sang Pecipta yang begitu sempurna ini tentunya harus diabadikan dengan jepretan kamera. Tak peduli meskipun wajah ini sudah gosong terpanggang.

Jam 15.00 kami kembali meluncur meninggalkan area Pura Luhur Uluwatu, dan menuju Restoran Bebek di Tepi Sawah, yang letaknya tidak jauh dari bandara, karena kami sudah janjian dengan Endy untuk ketemuan di sini sebelum kembali ke Bandung.

restoran bebek tepi sawah

Suasana restoran yang nyaman, dengan ragam pilihan menu yang menggiurkan dan harga yang cukup lumayan. Menurut saya, rasa dan pelayanan di sana cukup memuaskan. Kebetulan juga saat itu suasana resto tidak sedang ramai.

Bandung We’re Coming Back

Selesai mengisi bahan bakar untuk tubuh dan berpamitan, kami pun segera menuju bandara. Setelah melewati satu jam delay akhirnya kami take off dan tiba di Bandung sekitar pukul 22.00 WIB. Berangkat pukul 21.00 WITA dan sampai pukul 22.00 WIB. Cepat, ya? cuma satu jam. Iyaaa, karena perbedaan WITA dan WIBnya juga satu jam. Hehe…

produk dapur rumamahan

Alhamdulillah, sampai di Bandung dengan selamat. Dan siap kembali pada rutinitas bersama para kesayangan. Ada banyak cerita yang siap dibagi kepada suami dan anak-anak di rumah, ditemani pie susu Dapur Rumahan yang berkulit tebal, gurih, dan renyah, serta lumer di mulut menyatu dengan susunya. Disempurnakan dengan minuman coklat panas khas Dapur Rumahan yang lezat dan manisnya pas, nggak bikin enek. Sungguh, kenikmatan yang tak terbantahkan.

29 replies
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Saya baca langsung selesai Mbak, nggak sanggup nahan kepo soalnya kalau ga langsung baca habis. wkwkwkwk

      Reply
  1. Arie Rahma
    Arie Rahma says:

    Saat liburan, jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan, apalagi sekelas bali, maka istirahat yang tinggal wacana pun, tetap membahagiakan. Seru ya mba.

    Reply
  2. Yasinta Astuti
    Yasinta Astuti says:

    Rame banget ya, sekali pergi jadwal langsung padat. Harus ke sana lagi mbak, di Bali harus lama biar ke ubek. Btw itu teh Santi Rosmala ya, titip salamin kepada beliau ya hehe

    Reply
  3. Damar Aisyah
    Damar Aisyah says:

    Di rumah lagi banyak oleh-oleh Bali, tapi bukan kami yang pergi, adik ipar yang habis dr sana. Anyway, seru juga ya punya kerjaan yang bisa wara-wiri kayak gini. Muveng aku.

    Reply
  4. Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina says:

    yeeey seru, waktu ini pas ke Bali enggak sempat ke Jimbaran..duh padahal kangen banget, karena 25 tahun lalu pas kuliah kos dekat situ. Dan pantainya masih sepiii dan alami. Sekarang rame bangets katanya

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Iya Mbak Dian, pas saya ke sana Jimbaran ramai sangadh. Ih, kayaknya asik ya, suasana 25 tahun lalu, ketika masih belum ramai.

      Reply
  5. Tatiek Purwanti
    Tatiek Purwanti says:

    Wah, ke Bali dengan paket lengkap ini mah. Sedikit tahu tentang Mbak Sendy Hadiat karena punya buku pertamanya. Keren juga ya acara launching buku keduanya.
    Sukses tuk kerjaan dan foto2 cantiknya ya, Mbak :)

    Reply
  6. Nanik K
    Nanik K says:

    Acaranya padet banget ya mbak. Tapi sepertinya ndk terasa krn lagi happy. 😁
    Btw sukses terus untuk Tim Bisa Bicara. Boleh tahu komunitas ini bergerak di bidang apa, ya mbak?

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply