kelas non fiksi odop

Beberapa waktu lalu Odop (One Day one Post) membuat tiga program baru yang seru. Ada program kelas fiksi, kelas non fiksi, dan reading challenge. Semua kelasnya sangat menarik, tapi dengan pertimbangan khawatir malah nggak bisa mengikuti akhirnya saya putuskan mengikuti dua kelas saja, kelas fiksi dan non fiksi.

Sebelum cerita lebih jauh, adakah yang belum mengenal Odop? Oke, saya kenalin dulu deh ya. Odop adalah sebuah komunitas tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan minat pada dunia literasi. Komunitas keren ini digagas oleh seseorang yang pastinya keren juga, beliau adalah seorang penulis yang saat ini juga menjabat sebagai ketua FLP Bogor, Bang Syaiha. Lelaki dengan semangat luar biasa dalam menebar ilmu dan kebaikan, yang sangat menginspirasi.

Bersama teman-teman Odop, kami belajar bersama untuk terus menggali potensi dan berkembang. Di bawah bimbingan para mentor keceh, yang baik hati, tidak congkak, dan tidak sombong, kami terus dimotivasi dan dikucuri ilmu. Mereka juga selalu memikirkan formula terbaik agar kemampuan menulis Odopers dapat terus meningkat, dan yang terpenting menjaga semangatnya. Karena dengan alasan kesibukan dan lain sebagainya terkadang Odopers dihinggapi penyakit lupa, lupa dengan konsistensi menulis (tunjuk idung sendiri). Dan program terbaru ini terlahir sebagai formula yang diharapkan cukup ampuh untuk mengantarkan Odopers mencapai impiannya sebagai penulis.

Ketika kelas dimulai di situlah saya baru tahu, bahwa kedua kelas tersebut memiliki goal yang sama, yaitu diharapkan seluruh peserta dapat melahirkan buku solo berjamaah. Wow… tentu saja menjadi berita baik, sekaligus mendebarkan. Dalam hati bertanya-tanya, bisa nggak, ya? bisa nggak, ya? Sempat terpikir untuk meninggalkan salah satu kelas, tapi rasanya kok sayang kalau harus kehilangan kesempatan dapat ilmunya. Jadi ya… woles aja, lanjuuut. Bukankah sudah sering terbukti tentang dasyatnya the power of kepepet? eh…

Semoga buku non fiksi dengan tema ‘berdamai dengan masalah’ dan fiksi berjudul “Memeluk Takdir’ yang saya ajukan dapat rampung bersamaan dengan karya-karya luar biasa dari teman-teman Odop lainnya, yang semangat dan buah pikirnya selalu membuat si aku terpesona.

Ditakdirkan menjadi salah satu yang tercebur ke dalam komunitas keren Odop ini, artinya saya termasuk orang yang sangat beruntung.

#tantanganstorytelling
#kelasnonfiksi
#OneDayOnePost

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply