kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu

Berbicara tentang ibu selalu berhasil menghadirkan getar di kalbu. Sosok yang telah sekian lama dirindu, mengenangnya sejenak membuat saya tergugu.

Seperti saat ini, menulis ditemani single Ibu dari Jasmine Elektrik, sukses membuat setiap lembar kenangan kembali berhamburan seiring berhamburnya genangan yang meronta di kelopak mata. Rasa yang sama seperti saat mencurahkan kerinduan dalam blog ini di hari ibu, pada waktu lalu.

kasih ibu tak terbantahkan waktu

Saya memanggilnya Mama, seorang wanita periang yang selalu berhias senyum di wajahnya, menaburkan kedamaian dan kebahagiaan di hati seisi penghuni rumah. Sapa dan candanya menghangatkan, senyum dan cintanya menyejukkan. Perpaduan harmonis dengan sosok Bapak yang humoris dan perhatian. Ah… betapa sempurnanya hari-hari di masa kecilku dulu, berada di antara dua sosok malaikat yang senantiasa menebarkan aura kebahagiaan, sehingga gambaran hidup dilukiskan dengan begitu indah.

Mama seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari waktunya didekasikan penuh untuk kami anak-anaknya. Cerita-cerita beliau mengalir di sela-sela aktivitas yang kami lakukan bersama. Mama tidak menasihati dalam bentuk petuah panjang lebar, harus A atau B, musti begini dan begitu, tidak. Namun Mama menasihati kami putra putrinya melalui kisah yang dituturkan. Berbagai pengalaman hidup penuh hikmah menjadi nasihat yang kami lalap dengan sangat lahap, tak pernah bosan, bahkan kami kerap menagih beliau untuk bercerita.

Kasih Sayang Ibu Tak Terbantahkan Waktu

Dulu kami belum mengenal istilah storytelling, namun kini saya baru tersadar, betapa beruntungnya kami menjadi putera puteri Mama yang begitu pandai berstorytelling, sehingga nasihat-nasihat kehidupan dapat beliau sampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan. Dengan mengangkat beragam kisah yang ada dan dekat di sekitar kami. Mulai dari kisah hidup beliau, perjalanan hidup Bapak, atau Embah. Pokoknya kisah apapun yang mengandung hikmah, tentang berjuang, bertahan, dan selalu bersyukur atas semua anugerah yang senantiasa Allah limpahkan.

jasmine elektrik

Dalam setiap kemelut hidup yang dihadapi, tak sedikit pun Mama tunjukan di hadapan kami. Kasih sayangnya begitu luas hingga hatinya tak pernah mengizinkan kami untuk merasakan kesedihan. Perhatian, kelembutan, kasih sayang, semangat dan keceriaan, itulah yang senantiasa beliau suguhkan untuk kami anak-anaknya. Hingga kini semuanya masih begitu membekas di hati, sungguh kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu.

Mama, bisa dikatakan bukan seorang anak yang cukup beruntung, karena sejak usia lima tahun harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Hidup dan tumbuh dalam asuhan Pakde, dengan segala suka dukanya, hingga menjelma remaja yang harus mampu segera mandiri, dengan menanggalkan cita-cita untuk dapat mengenyam pendidikan yang tinggi. Semua beliau jalani dengan happy.

Dalam setiap masalahnya Mama selalu berusaha melihat dari sisi positif, tidak tenggelam dalam kesedihan, apalagi sebuah penyesalan. Kaca mata syukur dan hikmah senantiasa beliau kenakan, yang selalu berhasil membawanya untuk menemukan kebestarian. Itulah yang membuat hidupnya selalu berlimpah kebahagiaan, meski tidak bergelimang kemewahan atau bahkan banyak hal yang terjadi tak sesuai harapan.

Mama, sosok penuh welas asih yang sangat suka berbagi. Simpati dan empati menjadi riasan yang mempercantik hati. Dalam kehidupan kami yang sederhana, berbagi tetap selalu menjadi agenda bagi Mama dan Bapak. Sangat beruntung kami ditakdirkan menjadi buah cinta mereka.

Teladan Adalah Nasihat yang Elegan

Nasihat yang hingga kini senantiasa terpatri di sanubari, tentang menyukuri setiap butir nikmat yang telah Allah beri, dan salah satunya ditunjukan dengan berbagi. Melatih diri untuk mampu menata hati, agar rasa syukur terus bertumbuh subur, maka kebahagiaan yang terlahir pun takan lagi terukur. Berlimpah… memenuhi jiwa yang pasrah.

Menjalankan semua nasihat Mama bagi saya tak selalu mudah, fluktuasi suasana hati banyak mempengaruhi. Terlebih di saat merasa harus menjalani semuanya seorang diri. Manja? Iya, mungkin saya masih sangat manja, jauuuuh dengan Mama yang begitu tangguh. Namun, kata menyerah sama sekali tak pernah terbersit dalam benak saya. Begitu besar keinginan untuk membuat Mama dan Bapak selalu bangga pada diri ini, meski kini mereka tak lagi di sini.

Dari Mama saya belajar, sungguh nasihat terbaik adalah sebuah teladan, bukan petuah panjang yang kadang membosankan, terlebih jika dibumbui omelan. Menjadi orang tua adalah sebuah tantangan, dimana harus mampu berperan sebagai pendidik dan pengayom rasa teman. Bukannya menjadikan rasa arogan karena merasa sang anak sebagai kepunyaan, yang bisa sesuka hati dikendalikan sesuai ambisi.

Menerima anak sebagai dirinya sendiri, karena setiap jiwa yang terlahir membawa misinya sendiri sebagai khalifah di bumi ini, untuk saling melengkapi. Semoga diri mampu menjadi Ibu yang terbaik bagi dua amanah yang telah Allah titipkan. Aamiin…

Bagaimana sosok ibu menurutmu, teman?

Diiringi alunan musik dan lirik dari Jasmine Elektrik, saya menikmati kerinduan berbalut rasa syukur atas karunia-Nya, pernah menghadirkan sosok malaikat tanpa sayap dalam hidup ini.

 

Kau ajari ku Berjalan
Membimbingku perlahan
Hingga tercapai segala yang kucita-citakan

Selama ku dibesarkan
Selama ku dipelukan
Begitu banyak dosa yang telah aku lakukan

Buat ibu terluka
Buat ibu kecewa
Mohon ku diingatkan
Mohon ku dimaafkan

Ku kayuh perahu
Menuju pulau citaku
Diiringi doa nasehat bijakmu ibu
Ku arungi hidup berbekal ilmu darimu
Kasih sayangmu ibu
Tak terbantahkan waktu

#JasmineElektrikCeritaIbu

46 replies
  1. steffifauziah
    steffifauziah says:

    Saya lebih dekat dengan bapak dibandingkan ibu. Entah kenapa mungkin karena saya perempuan jadi deketnya sama bapak hehe. Jarang ada momen spesial sama ibu mungkin jg karen ibu orang yang kaku. Tapi memang sih ibu itu tiada duanya. Kasih sayang ortu untuk anaknya. Selalu ada sepanjang masa.

    Reply
  2. Melina Sekarsari
    Melina Sekarsari says:

    Aku bukan anak yang dekat dengan ibu. Nggak bermusuhan juga tapi, ya? Hahaha … Tapi cinta seorang ibu selalu tulus. Mungkin ada sebagian perempuan yang memang nggak bisa mengekspresikan cintanya. Jadi terlihat kaku. Ah, ekspresi cinta bisa dengan beragam cara, kan?

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Iya banget, Mbak. Ada tipe orang-orang yang kurang bisa mengekpresikan perasannya secara langsung.

      Reply
  3. Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina says:

    Aku deket banget sama Ibuku Mbak..Dan benar adanya, aku seperti ini karena peran besar Beliau. Meski ada banyak hal yang susah bisa aku teladani…Diantaranya Sabar. Beliau sabar luar biasa dengan semua masalah yang ada. Saya sampai enggak pernah tahu kalau ada yang dipikirkannya.
    Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa silaturahmi karena Beliau masih sehat.

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Alhamdulillah… semoga Ibu Mbak Dian senantiasa dalam keadaan sehat, dan siberi umur yang panjang. Aamiin

      Reply
  4. Bety Kristianto
    Bety Kristianto says:

    Aku termasuk orang yang kurang dekat secara emosi dengan orangtua mba, mungkin sama seperti dengan kebanyakan orang timur lainnya. Tapi tetap saja, ibu selalu menjadi orang terbaik dan paling berjasa dalam hidupku. :)

    Reply
  5. latifahpen
    latifahpen says:

    Baca tulisannya jadi ingat waktu kecil ketika masih merepotkan mama. Sekarang mengalami sendiri jadi Mama, ternyata penuh pengorbanan dan segala tercurah untuk anak. Benar adanya kasih ibu tiada batas.

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Iya ya, Mbak. Setelah jadi ortu, kita jadi lebih bisa memahami bagaimana perjuangan seorang ibu.

      Reply
  6. Damar Aisyah
    Damar Aisyah says:

    Dengan ibu aku dekat, karena kami dibesarkan beliau seorang. Taoi kedekatan itu pula yang kerap kali membuat kami berselisih paham. Jadi enteng aja kalau mau beda pendapat. Tapi ya gak lama sih, kalau debatnya sudah selesai ya sudah. Yang jelas, ibulah yang membentukku menjadi perempuan mandiri.

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Ini ni sepertinya ibu rasa teman. Bisa jadi teman diskusi bahkan sampai debat yang asik, ya Mbak.

      Reply
  7. Kholifah
    Kholifah says:

    Jadi teringat ibu saya yang “orang rumahan” banget, hingga seperti tak ada waktu tanpa ibu ketika di rumah… Semoga Allah menyayangi dan mengasihi ayah dan ibu kita…

    Reply
  8. Tatiek Purwanti
    Tatiek Purwanti says:

    Ah, baca ini jadi pengen meluk ibu saya. Dulu awalnya saya lebih dekat ke Bapak, sebagai anak sulung perempuan, sih. Tapi lambat laun menginjak remaja sampai dewasa (apalagi setelah Bapak wafat) kami semakin dekat. Alhamdulillah, saya menulis tentang ibu di sebuah buku antologi bertema pahlawan. She is really my hero :)

    Btw, baru tahu tentang Jasmine Elektrik ini. Bagus, ya :)

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Wah… Mbak Tatiek ni selalu produktif,yaaa. Saya belum ada buku yang khusus mengisahkan tentang Mama, baru antologi ayah, dan saya sebagai ibu.
      Iya banget Mbak, saya langsung jatuh cinta sama lagunya Jasmine Elektrik.

      Reply
  9. srisekartadji
    srisekartadji says:

    Ibu segalanya buat saya mbak. Kayaknya saya enggak bisa se care ibu saya saat menjaga anak anak. Hebat deh pkokna, beliau dulu enggak gampang ngeluh.

    Reply
  10. Anisa
    Anisa says:

    Suka banget bacanya, apalagi LDRan sama ibu, baca ini malah bikin kangen. Hubunganku sm ibu udh kaya temen. Kadang kita saling manggil “ceu”. Jadi ingin cepet2 pulang ke bandung.

    Reply
  11. nia hepy kirana
    nia hepy kirana says:

    apa ya kenangan aku sama mama, jarang foto juga, tapi kalau sekarang sering chat chat an sih,, dari dulu jauh karena harus merantu …huhu. btw liriknya bagus ya,,ngena banget dan bener banget

    Reply
  12. ratnasha22
    ratnasha22 says:

    Yaampun paling baper kalo bahas tentang Ibu pokoknya Ibu segalanya
    Semoga Ibuku, dan para Ibu-Ibu hebat diluar sana selalu sehat dan dalam lindungan kasih sayang Allah aamiiin

    Reply
  13. Afifah Haq
    Afifah Haq says:

    Aku larut dengan rangkaian kata-katamu di tulisan ini teh.. Indah banget tulisannya, apalagi tema nya tentang Ibu, pasti teteh buatnya dengan sepenuh hati

    Reply
  14. Grandys
    Grandys says:

    Untaian kalimatnya sungguh indah kak, aku suka semuanya. Sosok kekuatan dan ketangguhan ibu tidak pernah terdeskripsikan karena selalu ada d sanubari.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply