ratangga mrt jakarta

Sejak tanggal 24 Maret lalu, ada sebuah nama yang mencuat dan tampil sebagai primadona baru bagi warga  ibukota dan sekitarnya, Ratangga namanya. Sebesar apa pesona Ratangga hingga mampu menarik perhatian begitu banyak orang dari berbagai kalangan, pria, wanita, tua dan muda? Nama yang diambil dari kitab kuno karangan Empu Tantular dan memiliki arti kereta kuda yang kuat dan dinamis ini diberikan oleh Gubernur Jakarta, Bapak Anies Baswedan.

Ratangga Disambut Gempita Warga Jakarta

Hingga tulisan ini dibuat, saya belum bertemu langsung dengan sosok Ratangga. Namun dengan membaca dari berbagai media, termasuk tulisan teman saya yang sudah berkenalan dengan sang primadona baru, membuat saya semakin penasaran ingin segera bertemu dan berkenalan dengannya. Salah satu yang membuat saya semakin ngebet sama Ratangga adalah tulisan yang dibuat teman blogger saya di steffifauziah.com .

masyarakat menyambut ratangga

sumber: CNN Indonesia/Hesti Rika

Saat ini warga di kota-kota besar terutama ibukota Jakarta, memang sudah sangat merindukan adanya moda transportasi umum yang dapat menjadi solusi bagi masalah kemacetan yang sehari-hari harus mereka hadapi. Hadirnya Ratangga memberi harapan baru bagi warga Jakarta, tentang perjalanan nyaman bebas macet, sehingga dapat menghemat waktu dan energi.

Ratangga Menawarkan Solusi

Meski mungkin Ratangga belum mampu mengcover kebutuhan seluruh warga Jakarta dan sekitarnya, namun setidaknya inilah awal dari sebuah perubahan dalam sistem transportasi umum di negara kita. Layanan angkutan umum yang selama ini sudah berjalan masih jauh dari harapan warga akan rasa nyaman. Apalagi setelah seringnya terjadi tindakan kriminal di dalam angkutan umum yang lebih rentan dihadapi kaum perempuan. Maka sangat wajar, jika pada akhirnya masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi sebagai sarana transportasinya.

lalu lintas jakarta

Sumber: rpmsuper.com

Kemudahan kepemilikan kendaraan bermotor serta aturan yang ‘lentur’ turut menyumbang alasan membludaknya kendaraan pribadi yang memenuhi jalanan. Apalagi sejak kendaraan matic makin hits, sepertinya masyarakat mulai lupa dengan aturan berkendara. Ini terbukti dengan semakin banyaknya anak di bawah usia yang dengan leluasa mengemudikan kendaraan di jalan raya. Dan ini sebuah fenomena yang sudah cukup lama terjadi tanpa adanya tindakan berarti untuk mengatasinya.

Pentingnya Peran Masyarakat dalam Menjaga Fasilitas Publik

Kehadiran MRT sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi masalah transportasi patut diapresiasi. Ini adalah hasil sebuah perjalanan panjang hingga akhirnya Ratangga dapat digunakan oleh masyarakat seperti saat ini. Proyek yang diawali pada tahun 1995 oleh Bapak  BJ Habibie yang pada saat itu masih menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dengan membuat desainnya.

aturan

Besar harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat menikmati sarana transportasi umum yang nyaman seperti di negara-negara maju, seperti Jepang misalnya. Namun tentu saja, sebesar apapun upaya pemerintah untuk menyediakan sarana dan fasilitas publik yang baik, tetap tak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk turut menjaga fasilitas publik yang masih rendah sebenarnya adalah sumber ketidaknyamanan itu sendiri.

Contohnya kesadaran masyarakat untuk antri, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan fasilitas sesuai dengan peruntukannya, dan mengikuti aturan, entah mengapa nampaknya begitu sulit untuk dijalankan. Dan masalah klasik ini terjadi juga sejak masa uji coba MRT gratis bagi warga. So sad but so true…  Padahal jika saja semua masyarakat pengguna fasilitas publik mau menjalankannya, bukankah kenyamanan untuk kita juga?

Optimis Akan Kemajuan Indonesia

Untuk menyikapi hal ini mungkin memang diperlukan aturan tegas yang akan membentuk disiplin masyarakat, meskipun diawali dengan rasa takut akan adanya sangsi. Habis bagaimana lagi? Jika kesadaran yang diharapkan begitu sulitnya tumbuh, meski himbauan atau bahkan aturan nyata-nyata terpampang di depan mata.

Namun apapun masalah yang tengah dihadapi saat ini, kita harus selalu optimis akan perubahan lebih baik di masa yang akan datang. Indonesiaku, akan menjadi negara yang maju bukan saja dalam hal teknologi namun lebih dari itu, sumber daya manusianya juga memiliki pikiran yang maju untuk selalu menjadi lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Insyaallah…

52 replies
  1. Dwi
    Dwi says:

    Akuuu … belom nyobain… Pengen sih ke monas naik MRT. Tapi klo bertiga pp mayan juga ya, masih lbh irit naik kendaraan pribadi. Etapi demi bumi yang lebih bersahabat.

    Reply
  2. novyaekawati
    novyaekawati says:

    aku belum coba moda transportasi baru ibukota NKRI ini euy mbak..next destination untuk bawa anak-anak mengenalnya..semoga ada rezekinya..aamiin.

    Reply
  3. Larasati Neisia
    Larasati Neisia says:

    Mupeng aku teh lihat temen-temen yang di Jakarta udah pada nyobain naik MRT. Semoga MRT bisa selalu terjaga dengan baik, biar Indonesia bisa kayak Singapore :D

    Reply
  4. hani
    hani says:

    Kapan-kapan [engen nyobain MRT juga. Hmmm kalau dari Bandung, lagi mikir nih. Naik KA, turun Gambir terus ke mana…
    Musti nyari info deh….

    Reply
  5. Mira Humaira
    Mira Humaira says:

    Ratangga, denger namanya gagah banget ya. Semoga Ratangga ini tidak hanya bisa dimanfaatkan saja oleh masyarakat tapi juga dijaga dan dirawat sama-sama oleh semua.

    Reply
  6. steffifauziah
    steffifauziah says:

    ramai memang ya mba euforia tentang MRT ini, viral banget, hihi. Semoga yang belum sempat merasakan naik MRT, bisa nyobain juga, ya. Ayo ke jakarta coba MRT, heheheh.

    Reply
  7. Lisa LEstari
    Lisa LEstari says:

    Saya juga belum nyobain nih Ratangga. Penasaran ingin menikmati fasilitas umum. Semoga rakyat Indonesia mampu merawat transportasi umum sehingga kemacetan bisa teratasi.

    Reply
  8. Helga Mayrizka Lestari
    Helga Mayrizka Lestari says:

    Seneng banget akhirnya Indonesia punya MRT. Semoga bisa mengatasi kemacetan. Pengeeen banget nyobain naik ini huhu.. Btw harga tiket nya berapa teh?

    Reply
  9. Damar Aisyah
    Damar Aisyah says:

    Emang ya, jadi warga ibukota tuh dimanjain fasilitas banget. KRL aja udah sangat membantu, ini ditambah MRT. Meskipun hidup terasa keras tp ya aku bersyukur ber-KTP DKI

    Reply
  10. Dawiah
    Dawiah says:

    Insya Allah kalau saya ke Jakarta si Ratangga ini yang pertama kali kucari hahaha..
    Mau kenalan sambil pelukin. Eh itu bukan manusia gaess.

    Reply
  11. Evalina
    Evalina says:

    Maaf rencana MRT dilontarkan oleh BJ Habibie pada tahun 1985 pada saat menjabat sebagai kepala BPPT…mungkin bisa dicek lagi sumbernya, mbak, karena aq juga menulis tentang MRT di educationartikeltips.blogspot. com

    Reply
  12. dewi apriliana
    dewi apriliana says:

    Kapan yaa mrt nya nyampai wonogiri hehee.. ini pilihan moda transportasi yg cukup membantu para commuter di Ibu kota.
    Sayang,masih ada saja yang tidak sabar antri atau buangsampah sembarangan. Memang karakter agak perlu waktu untuk membentuknya. Pemerintah daerah juga perlu tegas untuk menegakkan discipline. Hingga suatu saat pasti antri dan buang sampah ditempatnya sudah jadi kebiasaan yg menyenangkan.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply