kue coklat kacang

Kue coklat kacang, bagi orang lain mungkin ini adalah kue yang biasa saja, tapi tidak buat saya. Kerinduan untuk melumat kenikmatan kue ini sudah terpendam bertahun-tahun sejak remaja dulu, dan baru tersampaikan di tahun lalu setelah berstatus Emak. Akhirnya, setelah sekian lama menahan rindu tanpa sengaja di tahun lalu ketemu sebuah postingan resep kue coklat kerinduanku.

Begini ceritanya, saat saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP saya diajak seorang sahabat main ke rumah neneknya, dan di sana kami disuguhi kue coklat kacang ini. Di sela-sela serunya percakapan dan gelak tawa kami, jemari pun dengan lincahnya memindahkan isi toples ke dalam mulut, satu per satu, perlahan tapi pasti hingga kami kaget sendiri saat menyadari penyusutan isi toples di hadapan. Hahaha…

Karena informasi tentang resep kue ini dari si sobat juga kurang meyakinkan, akhirnya saya meminta tolong padanya untuk menanyakan resepnya pada sang nenek. Dia menyanggupi, dan akhirnya beberapa hari kemudian dia bilang, “Resepnya cuma kacang, coklat, sama telur aja, gampang.” Helooow… temanmu ini bukan seorang chef yang langsung tahu itu bahan harus diapain dengan perbandingan berapa. Dan dia pun cuma tertawa, untuk kemudian kami membahas topik-topik lain yang lebih seru, dan sedang hits pada masa itu.

choco peanut cookiesKarena sudah tidak punya Mama, maka Tetehlah yang menjadi tempat bertanya, barangkali dia yang sudah berseragam putih abu punya informasi lebih baik tentang resep kue dibanding adiknya. Namun ternyata sama saja, Teteh pun tidak tahu. Pernah di warung dekat rumah ada yang menjual kue tersebut, duuuh senangnya minta ampun, tiap hari menyempatkan jajan kue favorit di situ. Tapi baru sebentar saja, sudah tidak ada lagi, kata pemilik warung si orangnya sudah tidak produksi lagi. Mungkin dia lelah… hiks, sedih.

Setiap lebaran dan berkunjung ke rumah saudara, mata ini selalu jelalatan, berharap bertemu si kue kesukaan namun sayangnya dia buka seperti nastar atau kaastengels, yang menjadi primadona dan selalu ada pada setiap moment lebaran di hampir setiap rumah, kue ini langka. Hingga akhirnya, bertahun-tahun perburuan tak kunjung berhasil, dan saya pun mulai patah hati. Mencoba melupakan kenangan tentang kenikmatan saat melumat perpaduan kacang dan coklat yang yummy itu di dalam mulut.

Sampai suatu hari, tanpa sengaja di tahun lalu jelang ramadhan saya menemukan sebuah postingan resep kue ini. Yes, kesabaranku tidak sia-sia. Begitu melihat fotonya saya langsung terharu, resep pun disimpan demi mengobati rindu yang sudah berkarat. Hahaha… maaf kalau sedikit lebay. Dan sejak itu, kapan pun kangen sama kenikmatan kue ini saya tinggal beli bahan dan eksekusi. Eh, ternyata suami dan anak-anak suka juga. Senangnya…

Nah, barangkali ada yang mengalami kerinduan seperti saya? Saya mau berbagi resepnya buat pengobat rindu :D

Bahan-bahan:

  • 1 kg Kacang tanah kupas
  • 1/2 kg gula pasir
  • 2-4 butir telur
  • 50gr coklat bubuk (atau sesuai selera)
  • Vanili powder secukupnya

Note:
Jika telurnya cukup besar bisa pakai 2 butir saja dulu, dan jika adonannya terlalu kering bisa ditambah telur lagi. Sebaiknya jangan langsung banyak mencegah adonan menjadi terlalu encer.

Cara membuat:

  1. Sangrai kacang lalu tumbuk kasar.
  2. Campur kacang dan coklat, aduk sampai rata.
  3. Kocok gula, telur, dan vanili smpai gula larut pada wadah yang lain.
  4. Tuang adonan gula dan telur tadi ke dalam wadah berisi kacang yg telah dicampur coklat bubuk. Aduk rata dan diamkan beberapa menit agar adonan meresap, sementara memanaskan oven.
  5. Gunakan sendok kecil dan tata adonan diatas loyang, lalu panggang dlm oven.

Kue coklat kacang kerinduan pun siap dinikmati.

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply