Hari Sabtu, 3 Agustus lalu, alhamdulillah saya mendapat rejeki untuk menambah ilmu dan bersilaturahim dengan teman dumay dari Cirebon yang kebetulan sedang ada di Bandung, melalui sebuah event yang diselenggarakan oleh Shaf Muslimah di Saparua Park, Jl. Banda Bandung, dengan mengangkat tema The Amazing Ukhuwah.

Saat tiba di tempat acara, tampak suasana sudah ramai dan tentu saja didominasi oleh kaum muslimah. Namun ada sekelompok pria berpakaian serba hitam dengan perawakan besar yang juga hadir di sana. Seketika pemandangan ini mengingatkan saya saat menghadiri kajian Ustadz Abdul Somad di Masjid Istiqomah Bandung beberapa waktu lalu yang juga dihiasi oleh pemandangan yang sama.

Ukhuwah dalam Pandangan Kang Edwin Senjaya

Memilih tempat duduk di sisi kanan panggung, tampak seorang lelaki dengan mengenakan topi dan kemeja sedang menjadi pembicara. Jelas beliau bukan Ustadz Felix Siauw yang saya buru tausyiahnya, bukan pula Kang Daan Arya MC acara. Setelah cukup lama menyimak sharingnya, akhirnya saya tahu beliau adalah Kang Edwin Senjaya, meski saya masih belum tahu siapa beliau sebenarnya, mungkin memang saya yang kudet, karena lelaki berkepala plontos itu ternyata cukup sering mengisi acara-acara serupa meski tidak mengaku sebagai ustadz.

Apa yang disampaikan oleh Kang Edwin sangat menarik. Beliau mengangkat contoh hal-hal yang kerap terjadi di sekitar kita, terutama belakangan ini, ketika perbedaan pandangan politik mampu membuat saudara seiman saling hujat, atau perbedaan-perbedaan kecil lainnya yang justru dibesar-besarkan sehingga menjadi pemisah atau menciptakan gap antar saudara seaqidah, yang mana sesungguhnya ukhuwah adalah menjaga persaudaraan dengan saling menghargai perbedaan.

Beliau mencontohkan sebuah kisah ketika Imam Syafi’i melakukan ziarah ke makam Imam Abu Hanifah dan tinggal selama beberapa hari, beliau melaksanakan shalat subuhnya tanpa qunut. Padahal beliau adalah Imam dari madzhab Syafi’i yang do’a qunut dalam shalat subuh hukummya adalah sunnah muakkad (diprioritaskan).

Maka murid beliau pun mempertanyakannya. Lalu apa jawaban Imam Syafi’i? “Karena Imam Abu Hanifah tidak menyunahkan do’a qunut dalam shalat subuh, maka aku meninggalkannya karena taadduban (beretika) kepadanya.” Masyaallah… begitu indahnya ukhuwah yang dicontohkan oleh beliau.

Lalu mengapa kita begitu mudah terpecah belah, saling menghakimi, dan memusuhi saudara seiman hanya dipicu oleh perbedaan cara pandang, dan perbedaan kecil lainnya? tanpa melihat lagi bahwa dia, mereka, adalah saudara muslim kita.

Kang Edwin juga menyoroti tentang lafadz tauhid yang belakangan kerap dijadikan alasan bagi sebagian kelompok untuk memusuhi, bahkan mengkriminalisasi kelompok lainnya, karena menurut mereka identik dengan sebuah organisasi yang bahkan sudah dibubarkan.

Padahal bukankah lafadz itu adalah milik seluruh umat manusia yang mengimani Allah dan rasulnya? Dimana kita semua sama-sama hidup dan mati dengan kalimah tersebut, Laa Ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah.

Beliau menegaskan bahwa ukhuwah bukanlah menyoroti perbedaan kecil yang dibesar-besarkan, namun berfokus pada persamaan yang akan semakin menguatkan jalinannya. Dan Islam menjadi ruh bagi Indonesia, termasuk Pancasila.

Beberapa kali Kang Edwin pun memention aparat kepolisian yang sedang berjaga secara langsung.

Rasa penasaran akan sosok beliau menggelitik saya untuk mencari tahu. Ternyata pria berkepala plontos itu adalah ketua DPRD Bandung, sekaligus founder Bandung Fighting Club (BFC). Maka terjawab sudah pertanyaan saya tadi mengenai kehadiran para pria berpakaian serba hitam dengan tulisan BFC.

ukhuwah

Kisah Ukhuwah Ustadz Felix Siauw

Pada menit-menit terakhir Kang Edwin berbicara, MC acara memberitahukan bahwa tamu undangan telah tiba, tak lain adalah Ustadz Felix siauw yang berangkat langsung dari Bogor menuju tempat acara.

Tibalah giliran Ustadz Felix untuk memberikan tausyiahnya. Beliau membukanya dengan pembahasan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Men are from Mars, Women are from Venus, yang menggambarkan kekhasan cara berinteraksi perempuan dengan laki-laki, dimana laki-laki lebih rasional, sedangkan perempuan lebih emosional.

felix siauw in muslimah day

Beliau pun memberikan beberapa contoh yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama cerita-cerita fenomenal seputar ‘perempuan selalu benar’. Duh… iyakah? hihihi. Cerita yang beliau sampaikan dalam kemasan joke berhasil mengundang tawa para peserta yang yang didominasi oleh kaum emak, baik yang masih muda atau yang sudah matang. (Buaaah kali)

Laki-laki dan perempuan memang diciptakan sangat berbeda, cara berpikir kaum perempuan yang lebih emosional dan laki-laki yang lebih rasional ini sudah menjadi kodratnya. Namun begitulah ukhuwah, yang justru akan semakin kuat dan indah dengan saling memahami dan menghargai perbedaan.

Ustadz oriental ini menyampaikan bahwa beliau selalu antusias jika mendapat undangan untuk mengisi tausyiah atau kajian muslimah dan kaum millenial. Kenapa? Karena perempuan dan generasi muda adalah penentu masa depan.

Begitu mudahnya untuk merusak suatu bangsa, dengan merusak kaum perempuannya. Karena saat seorang perempuan rusak, maka rusak jugalah keturunannya, tentu saja karena peran seorang ibu adalah sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Bukan itu saja, dasyatnya peran perempuan pun digambarkan dengan kemampuannya untuk memengaruhi kaum pria. Sebut saja Firaun, seorang raja yang terkenal sangat kejam, dia tetap tunduk mengikuti keinginan sang istri yang dicintainya untuk merawat Nabi Musa AS saat bayi. Maka jelas sudah bagaimana besarnya peran perempuan dalam menentukan masa depan suatu bangsa.

Keindahan Ukhuwah

Masuk pada bahasan ukhuwah, Ustadz felix mencontohkan pengalamannya pribadinya, dimana sebelum menjadi seorang muslim beliau adalah seorang yang memiliki sifat individualisme, tak kenal berbagi, karena itulah ajaran yang ditanamkan dalam keluarganya. Misal sang ibu saat memberikan bekal makanan selalu diiringi sebuah pesan untuk tidak memberi pada orang lain. Hubungan ayah dan anak pun sangat kaku, apalagi antar saudara, sudah seperti musuh yang kerap dihiasi dengan perselisihan.

Sebuah moment, dimana dirinya ditraktir oleh seorang ustadz (saya lupa namanya), mulai merubah pandangannya tentang muslim. Betapa berbedanya apa yang dilakukan ustadz tersebut dengan ajaran yang didapatnya di rumah tentang berbagi. Label negatif tentang muslim satu persatu semakin luntur, seiring ukhuwah yang terjalin dengan teman-teman muslimnya. Dan ini juga yang membuatnya semakin tertarik untuk mempelajari tentang Islam.

Selama lima tahun beliau mempelajari islam, sampai akhirnya mantap memilih islam sebagai jalan hidupnya. Semua pertanyaan besar beliau selama ini tentang penciptaan alam semesta hingga berakhirnya terjawab sudah.

Betapa indahnya ukhuwah, jalinan harmonis yang mampu menyatukan beragam perbedaan, dan menjadi cahaya bagi mereka yang tengah mencari arah. Begitulah yang diajarkan dalam Islam, sebagaimana Rasulullah membangun masyarakat Madinah yang majemuk setelah hijrah dari Mekah. Dengan ukhuwah, mereka hidup harmonis, damai, dan penuh toleransi di atas perbedaan.

Kisah hijrah Rasulullah SAW tersebut bisa dibaca di sini

Begitupun yang beliau terapkan dalam keluarganya setelah menjadi seorang muallaf. Sehingga akhirnya hubungan dengan sang ayah menjadi lebih cair. Menghabiskan waktu berdua diselingi canda dan tawa kini sudah biasa. Begitu pula dengan sang kakak, yang bisa dibilang sebagai sosok yang paling beliau benci, namun kini ukhuwah mereka terjalin lebih mesra. Masyaallah… bukankah ukhuwah begitu indah, ketika iman yang menjadi kuncinya.

Hadirnya Tamu Istimewa

Tak dinyana, rupanya seorang lelaki yang sejak tadi berdiri di sisi panggung adalah Freddy Siauw, kakak kandung yang pernah membuat Ustadz Felix harus kehilangan giginya dan diganti dengan gigi palsu.

ukhuwah ustadz felix dan freddy

Maka terwujudlah salah satu khayalan sang adik untuk dapat sepanggung dengan kakaknya pada hari itu. Freddy Siauw dipersilakan naik ke panggung, dan memberikan sambutan. Freddy bercerita sedikit tentang hubungan antara dia dengan sang adik di masa lalu.

Dia pun menyampaikan bahwa dirinya saat ini mulai tertarik untuk mempelajari tentang Islam. Tentunya kepada sang adiklah tempat dia bertanya mengenai hal-hal yang ingin diketahuinya. Semoga hidayah Allah berikan untuknya. Aamiin

Bersatu Indonesiaku

Merenungi situasi bangsa belakangan ini, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, yang telah menggenggam kemerdekaannya selama 74 tahun sebagai hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita. Sekian lama hidup berdampingan dalam keberagaman, akankah rela bangsa ini dipecah belah oleh orang-orang yang memiliki kepentingan dengan mengorbankan persatuan bangsa?

Tidakkah kita belajar dari sejarah, dimana persatuanlah yang akhirnya berhasil melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajah. The amazing ukhuwah. Maka jangan biarkan perpecahan memporak porandakan bangsa yang besar ini. Mari semangat kembali menguatkan rajutan ukhuwah di atas perbedaan yang telah terjalin selama ini demi kejayaan NKRI. Dirgahayu Indonesiaku…

muslimah day

16 replies
  1. Yanti Ani
    Yanti Ani says:

    Bersikap harmonis dengan orang lain yang berbeda dengan kita manfaatnya banyak banget, damai, aman , tentram. Sayang, masih ada yang bersikap intoleransi.

    Reply
  2. Dwi
    Dwi says:

    Masya Allah, the amazing of ukhuwah ya. Penting sekali memang menjaga etika namun tetap pegang teguh akidah ya. Sharing yang menarik. Terima kasih sudah menuliskannya mba.

    Reply
  3. HeNee
    HeNee says:

    Masya Allah ada ustd Felix juga? Keren banget nih pasti acaranya, apa lagi yang dibahas perbedaan antara men and women, topik yang selalu hangat hihihi

    Reply
  4. Steffi Budi Fauziah
    Steffi Budi Fauziah says:

    Masyaallah, semoga kita semua dimudahkan untuk selalu istiqomah di jalan yang lurus ya bun, insyaallah. Aamiin.

    Reply
  5. dewi Aprilia
    dewi Aprilia says:

    Acaranya menarik sekali ini. Temanya tentang ukhuwah bikin adeem. Apalagi pembicaranya ada ustadz felix. Semoga umat islam semakin maju dalam ukhuwah

    Reply
  6. Syamsidar
    Syamsidar says:

    Asyiknya bisa mendengar langsung cerita ustadz felix siauw.
    Ukhuwah perlu dijaga oleh setiap orang tanpa memandang agama, suku atau Rasnya.
    Semboyan Bhinneka Tunggal Ika perlu di Mantapkan.

    Reply
  7. Yasinta Astuti
    Yasinta Astuti says:

    Acaranya bagus banget ya mbak bisa denger langsung kajian dari ustadz Felix. Semoga dengan kajian seperti ini persatuan islam dan semua warga di Indonesia juga semakin kuat dan mantap ya

    Reply
  8. Haeriah
    Haeriah says:

    Saya belum pernah menghadiri kajian Ust Felix secar langsung, tapi saya suka dengan cara beliau berdakwah, sangat santun dan cerdas. Ternyata, di acara tersebut hadir juga kakak beliau, semoga hidayah Allah segera datang kepadanya. Aamiin.

    Reply
  9. Bety Kristianto
    Bety Kristianto says:

    Terkadang kitalah yang sering kali memakaikan kacamata kits pada orang lain ya mba. Padahal sudut pandang masing-masing orang berbeda. Kalau kita enggak mau menerima perbedaan ituah yang bikin terpecah pecah karena maunya semua orang menerima pemikiran kita. Semoga otak dan hati kita ini terbuka menerima dunia luas yang tentunya heterogen ini. Amin.

    Salam damai, mba!

    Reply
  10. Sri wahyuni
    Sri wahyuni says:

    Yah,,, ukhuwah itu memang sangat indahnya. Begitu indahnya teladan – teladan yang diceritakan di atas. Tidak banyak orang bisa menirunya.

    😊

    Reply
  11. Evalina
    Evalina says:

    Ukhuwah Islamiyah selalu indah, sayangnya sekarang banyak yang ingin merusak citra umat Islam, maka bersatulah seluruh umat Islam…

    Reply
  12. Damar Aisyah
    Damar Aisyah says:

    Islam sendiri memang luas dan banyak sekali aliran. Tapi, semestinya tidak melemahkan ukhuwah antar sesama muslim, karena sumbernya tetap Quran dan Hadist. Semoga semangat persaudaraan di negeri ini juga semakin kuat, amiin.

    Reply
  13. Nurul Fitri Fatkhani
    Nurul Fitri Fatkhani says:

    Beruntung sekali Teh Ane bisa ikutan kajian muslimah bersama ustadz Felix, ustadz favorit itu mah ^~^
    Bener sekali yang dikatakan beliau, ukhuwah itu bisa menghadirkan hal-hal baik yang luar biasa.

    Reply
  14. Sitatur Rohmah
    Sitatur Rohmah says:

    mbak Ane, emak pecinta kucing rupanya… selamat hari kucing sedunia ya.. hari ini harinya miau…. hehehe..

    Kok nggak nyambung nih sama artikelnya…maaf yaa…

    Tabarakallah…berkesempatan ikut dalam kajian mempertebal keimanan…semoga istiqomah dalam melaksanakan

    Reply
  15. Melina Sekarsari
    Melina Sekarsari says:

    Aku pun sedih saat perbedaan pandangan menjadikan kita saudara sebangsa menjadi terpecah belah. Padahal, setiap manusia tentu berbeda-beda keinginan dan pemikirannya. Tidak bisa saling memaksakan. Semoga senantiasa kita dihangatkan dalam persatuan bangsa di atas begitu beragamnya perbedaan.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply