Hari Ibu Dalam Balutan Rindu yang Syahdu

rindu di hari ibu
Sudah begitu lama jarak terbentang di antara kita, hingga tak pernah lagi sempat berbagi cerita, apalagi bermanja, atau penuhi udara dengan gema tawa hingga pipi pegal dan otot perut kita hampir kram dibuatnya.

Hari Ibu akan segera tiba. Ya… besok adalah hari ibu, hari yang selalu sukses membaperkan, karena endapan rindu yang bergolak dan semakin gebu, ingin kupersembahkan untuk seorang Ibu.

Mama, Apa kabar disana? Semoga senantiasa dalam keadaan bahagia, yaaa. Aamiin.

Ma, besok kembali bertemu dengan hari ibu, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, pemandangan yang sama di berbagai media akan dipenuhi dengan romantisme hubungan anak dan ibunya. Suka sih Ma… liatnya, tapi jujur, hal itu juga selalu mengantarkan mendung yang menjelma hujan di hati putrimu, bukan sekedar gerimis.

Hal seperti ini terjadi setiap tahun. Jika menghitung jumlah tahun yang sudah terlalui, semestinya putrimu ini sudah imun dengan keaadaan itu, tapi nyatanya tidak. Bendungan rindu ini meluap begitu saja dan membuat anakmu terhuyung untuk sesaat. Padahal putrimu ini sudah belasan tahun juga menyandang status ibu. Cengengkah putrimu ini, Ma?

Semua semata karena rasa kangen ini sama Mama. Sudah begitu lama jarak terbentang di antara kita, hingga tak pernah lagi sempat berbagi cerita, apalagi bermanja, atau penuhi udara dengan gema tawa hingga pipi pegal dan otot perut kita hampir kram dibuatnya.

Banyak yang ingin kuceritakan pada Mama, sangaaat banyak, karena sudah terlalu banyak kisah terlalui tanpa Mama di sini. Dalam bahagiaku, selalu membayangkan senyummu yang terkembang tiap kali melihat binar bahagia di wajah putrimu ini, seperti dulu.

Saat duka mendera, dalam tangis aku membayangkan hangat pelukan dan lembut belaian, yang teriring merdunya kata pelipur dari bibirmu. Hingga aku mampu kembali bangkit dan terus melangkah.

Ma, ternyata menjadi wanita tangguh dan tabah sepertimu itu tidak mudah, ya? meskipun begitu putrimu ini pasti akan selalu berusaha, agar Mama bisa bangga padaku, begitu juga Bapak, karena Mama lah sosok wanita yang selalu Bapak puja.

Mama tahu? Biasanya kami duduk berdua berteman wanginya aroma kopi yang menguar dari gelas di hadapan kita berdua, berbagi rindu tentang Mama, menghamparkan kembali lembar-lembar kenangan yang selalu membuat senyum kami terkembang.

Namun sudah lebih dari tiga tahun ini, Bapak tak perlu lagi membendung kerinduan itu. Aku tahu, kini Bapak telah bersama Mama, mempersembahkan untaian rindu yang selama dua puluh tujuh tahun sudah dianyamnya untukmu. Kembali merangkai cerita dan tawa bersama.

Ma, adakah kisah yang Bapak ceritakan tentangku masih membuatmu tersenyum bangga, seperti dulu? Aku malu,  karena dalam usiaku kini, putrimu masih belum mampu menjelma seharum dan setegar dirimu.

Ma, kuyakin pada saatnya nanti kita dapat berkumpul bersama lagi, seperti do’a-do’a yang kulangitkan pada setiap buncahan rindu yang menghampiri. Kembali merangkai cerita, berbagi tawa, melukis bahagia bersama, selamanya.

Selamat Hari Ibu, Ma… Terimakasih untuk mengenalkanku pada arti cinta yang sesungguhnya, cinta tanpa syarat, cinta yang menyejukkan dan menguatkan. Indah kasihmu abadi, meski kini hanya dalam bingkai kenangan dalam ruang istimewa di hati.

36 comments
  1. Terharu bacanya. Semoga Mama dan Papa sudah berbahagia bersama yaa…
    Tinggal kita yg harus selalu mendoakan mereka….

  2. Aamiin, semoga do’a dan harapannya terkabul. Do’a anak sholehah akan senantiasa jadi kado terindah buat Mama n Papa. Selamat hari Ibu untuk Ibu-ibu tangguh yang memiliki cinta tanpa syarat.

    1. Iya Mbak. Semoga kita mampu menjadi anak soleha, penolong dan penyelamat mereka di akhirat kelak.

  3. Selalu haru kalo baca tulisan tentang ibu. Ngerasa banget belom jadi anak yang berbakti. :'(

    1. Hiks… iya Mbak. Apapun yang dilakukan, rasanya nggak akan pernah sanggup buat membalas jasa beliau.

  4. Al-fatihah buat kedua orangtua teh Ane, semoga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
markipi
Read More

Kopi Hitam dan Saya

Begitu banyaknya manfaat kopi, seperti mengurangi sakit kepala, mengurangi resiko diabetes juga parkinson, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, sebagai mood booster, dan sederet manfaat lainnya.