, ,

Memoar Tentang Ayah

memoar tentang ayah

Mendapat sebuah kabar gembira dari penerbit Stiletto, bahwa buku yang ditulis bersama dua puluh delapan teman-teman KamAksara dalam sebuah antologi memoar tentang ayah dengan judul 'The Most Beloved Man' akan segera terbit. 

Dari cover serta judulnya tentu sudah tergambar mengenai isi buku ini. Ya, buku ini merupakan kumpulan kisah 29 putri kesayangan ayah yang menceritakan tentang keunikan bahasa cinta ayahnya. Seorang ayah yang umumnya dikenal sebagai sosok yang tegas, kadang terkesan keras, dan tak acuh seringkali membuat cintanya terselubung di balik kelembutan cinta ibu.

Mungkin ayah tak selugas ibu dalam berbahasa cinta, apalagi jika harus mengungkapkan dalam kata-kata. Namun matanya akan berkaca-kaca jika melihat sang anak terluka. Ayah juga lah yang akan dengan perkasa menjadi pelindung terdepan bagi anaknya. Ayah rela bercucuran peluh menguras tenaga semata demi mewujudkan kebahagiaan putra putrinya. Tak mengapa baginya jika sang buah hati tak dapat memahami bahasa cintanya, menjadikan anaknya sebagai sosok yang mandiri dan tangguh menjalani kerasnya kehidupan lebih utama.

Kisah dalam buku ini menuturkan beragam bahasa cinta sosok ayah yang murni.  Pola asuh terbaik untuk sang buah hati yang didapat dari pengalaman dan insting melindungi, walau kadang anak baru dapat memahaminya setelah dia dewasa, atau bahkan ketika sosok ayah telah tiada.

Ada banyak air mata saat menuangkan kisah ke dalam rangkaian aksara pada buku ini, air mata kerinduan pada ayah tersayang, seperti yang saya rasakan. Terlebih saat menyadari jika sang ayah kini telah pergi menghadap Illahi.

The Most Beloved Man berisi kisah - kisah inspiratif kaya hikmah yang dapat membantu untuk lebih memahami bahasa cinta ayah. Buku ini juga sangat pas sebagai bacaan bagi para calon ayah, dan ayah yang tengah menjalani perannya, atau sebagai pengobat rindu bagi siapapun yang sedang kangen pada ayah tersayang.

The Most Beloved Man adalah persembahan dari 29 putri yang pernah kecil ayah untuk malaikat pelindungnya, juga untuk seluruh ayah di mana pun berada.

memoar ayah

 

10 replies
  1. haeriah syamsuddin
    haeriah syamsuddin says:

    Ayah, sosok yang sangat menginspirasi. Duh, tiba-tiba kangen beliau yang udah berpulang. (btw, maaf mba, koment yang di atas dihapus aja. Gak tahu kok jadi broken link. Sekali lagi maaf ya mba Ine)

    Reply
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Iya Mbak, ayah adalah salah satu anugerah terbesar dari Allah.
      Sudah open PO Mbak, bisa kontak saya jika berminat bukunya.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply