Ngobrol Bareng Mentor di Anniversary Nulisyuk 3rd

Anniversary Nulisyuk 1

Kita semua tahu, bahwa yang namanya rejeki itu bukan sebatas hitungan materi saja. Namun kesehatan, keluarga, teman-teman yang baik, juga kesempatan baik, jelas itu menjadi rejeki yang bahkan nilainya tak dapat dibandingkan dengan materi.

Perjalanan Menulis Tak Semanis Brownies.Seperti pada saat hari Minggu lalu, yang bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2019, Saya dan teman-teman Bandung Hijab Blogger mendapat kesempatan untuk menghadiri event Ngobrol Bareng Mentor, dalam rangka Anniversary Nulisyuk 3rd. Lo.Ka.Si Coffee and Space dipilih sebagai tempat event berlangsung. Posisi yang strategis, di Jl. Dago/ Ir. H. Juanda No. 92, Bandung, membuat saya semakin semangat untuk hadir, lantaran jaraknya memang tidak terlalu jauh juga dari rumah.

Tiba di Lo.Ka.Si Saya langsung menghampiri meja registrasi, setelah mengisi data, sebuah buku diserahkan panitia. Ya, seluruh peserta mendapatkan sebuah buku yang diberikan secara random, tentu saja buku-buku projectnya NulisYuk. Dan sebuah buku bercover coklat dengan desain yang cute, berjudul ‘Perjalanan Menulis Tak Semanis Brownies’, menjadi rejeki saya pada hari itu.

Acara dimulai agak mundur dari waktu yang dijadwalkan. Sementara menunggu acara dimulai, Saya dan dua teman menyibukkan diri berswafoto dengan buku-buku yang kami dapatkan. Aktivitas yang selalu menyenangkan untuk membunuh waktu bersama teman-teman. Ahahaha… Dan benar saja, akhirnya kami pun dipersilakan masuk ruangan, karena acara akan segera dimulai.

Bincang Bersama Founder NulisYuk, Jee Luvina

Ngobrol Bareng Mentor berlangsung santai dan asik. Sharing dimulai dengan kisah perjalanan menulis founder NulisYuk, Jee Luvina, yang sudah menelurkan 40 buku, dengan buku terbarunya yang berjudul OTW Hijrah. Sambil menggendong bayinya, Mbak Jee bercerita bahwa pada awalnya beliau menjadikan aktivitas menulis sebagai cara untuk menyalurkan segala uneg-uneg dan beban di hatinya.

Ngobrol Bareng Mentor Nulisyuk

Depresi pernah membuat dirinya hingga harus mengandalkan obat untuk sekedar membuatnya terlelap. Tak dinyana, ternyata kebiasaannya menuliskan segala sesuatu yang dirasakan, telah berhasil menjadi proses healing therapy bagi dirinya. Akhirnya Jee remaja memutuskan ilmu psikologi adalah jurusan yang akan digelutinya di bangku kuliah. Tentu saja selain untuk membantu masalah yang dihadapi dirinya sendiri, Jee juga ingin dapat membantu orang lain dengan ilmu yang dikuasainya.

Seiring waktu tulisan yang dibagikan di media sosial pun semakin banyak penikmatnya. Sebagian dari mereka kerap bertanya tentang cara menulis. Akhirnya Jee memutuskan untuk lebih banyak berbagi manfaat dengan membuat komunitas NulisYuk. Berbagi pengalaman di dunia kepenulisan juga memfasilitasi teman-teman penulis untuk memiliki karya. Bukankah sebaik-baik manusai adalah yang bermanfaat bagi sesamanya?

Bersama sang suami yang telah menikahinya selama hampir 3 tahun ini, yang juga sama-sama seorang peracik aksara, akhirnya memutuskan untuk mendirikan sebuah penerbitan sendiri.

Healing Therapy dan Dakwah Melalui Tulisan

Kini giliran Mbak Rini Kartini, penulis buku Muslimah Baper yang sekaligus menjadi founder komunitasnya berbagi cerita. Beliau menuturkan perjalanan menulisnya, yang tidak jauh berbeda dengan Mbak Jee. Berawal dari kebiasaan menumpahkan apa yang dirasa melalui aksara sejak masih SD. Bukan hal mudah baginya untuk berbagi kisah dengan orang lain, karena bisa dibilang beliau tidak memiliki banyak teman, bahkan agak terkucil dari pergaulan. Hanya melalui goresan tinta segala perasaan mampu tercurah.

Namun ternyata proses inilah yang telah mengasah seorang Rini Kartini hingga menjadi seperti sekarang ini. Berbagi melalui tulisan adalah caranya untuk menebar manfaat. Lagi-lagi menulis menjadi healing theraphy bagi perempuan yang juga memilih jurusan psikologi ini. Tidak jauh berbeda alasannya dengan Mbak Jee dalam memilih jurusan di bangku kuliah.

Setelah Mbak Rini, giliran seorang gadis muda penulis buku Maunya Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga, Saskia Ratry. Seorang mahasiswi jurusan Biologi yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan menulis. Pesan gadis ini kepada seluruh peserta yang hadir adalah untuk percaya diri, dengan tulisan yang kita buat. Tentu saja kepercayaan diri akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan upaya untuk terus memperbaiki tulisan kita. Dan semuanya diawali dengan banyak membaca buku.

Kini mic berpindah ke tangan seorang wanita dalam bautan hijab pink. Ayum Daigo, penulis buku motivasi  Kun Anta, Jatuh Cinta Tak Pernah Salah, Setiap Rasa Ada Batasnya Setiap Kita Ada Jodohnya, Never Give Up, 120 Ways to Be Ikhlas, Karena Kamu Memiliki Hati Yang Hebat, dan Ada Allah di Setiap Masalahmu.

Berawal dari menulis kalimat-kalimat motivasi di twitter, misal saat sedang menghadapi kekecewaan, namun mengungkapkannya dengan cara yang positif. Tak lain tujuan seorang Ayum Daigo awalnya untuk memotivasi diri sendiri, namun jika bisa memberi manfaat bagi orang lain Alhamdulillah.

Rupanya beliau memiliki bakat menari, loh. Bahkan pernah juga bergabung dalam tim cheerleaders di sekolahnya. Namun sejak hijrah, Mbak Ayum memilih fokus menulis dengan tujuan berdakwah. Masyaallah…

Dari pengalaman keempat mentor tersebut, ada kesamaan yang menjadi bagian dalam perjalanan karir menulisnya, yaitu “Berani untuk mulai berbagi tulisan di media sosial, selama kita menulis hal-hal yang baik. Sehingga akan ada lebih banyak pembaca yang mendapatkan manfaatnya, sekaligus bisa menjadi jalan rejeki. Tentu saja jika Allah menghendaki.”

Kang Abay Berbagi Jurus Menulis

Setelah para mentor cantik soleha berbagi pengalaman dengan peserta yang hadir, tiba giliran mentor bintang tamu, Seorang motivasinger juga penulis, Kang Abay Adhitya. Yang telah melahirkan karyanya, Cinta Dalam Ikhlas, dan telah republish sampai cetakan ke-4. Luar biasa.

Anniversary Nulisyuk

Dalam Anniversary NulisYuk yang ke-3 ini, Kang Abay berbagi rahasianya tentang bagaimana membuat cerita yang menarik sehingga berhasil memikat dan membaperkan banyak orang. Begini caranya:

  1. Buatlah riset mengenai tema apa yang paling diminati pembaca atau penonton.
    Menurut hasil riset beliau, tema cinta adalah tema yang paling diminati di masyarakat kita. Buktinya film Dilan berada di urutan teratas dari deretan daftar film dengan perolehan penonton tertinggi di tahun 2019.
  2. Tentukan target pembaca tulisan kita. Apakah remaja, dewasa, dan sebagainya.
    Ibarat masakan, antara masakan kaki lima dengan bintang lima tentu tak akan sama dalam penyajiannya. Namun semua orang menginginkan masakan yang enak. Begitupun dengan tulisan.
    Maka jika kita sudah memiliki follower atau penggemar, itu bagus. Karena pasar untuk tulisan kita sudah terbentuk. Sajikanlah menu yang enak dan dibutuhkan.
  3. Buatlah bank emosi untuk kita tuangkan dalam tulisan.
    Bank emosi bisa kita dapatkan dari pengalaman pribadi atau orang lain yang curhat kepada kita. Bank emosi dibutuhkan agar tulisan lebih mendapatkan feelnya. Karena tulisan yang dibuat dari dari hati akan sampai ke hati.
  4. Menulislah dengan ruh/ jiwa yang terlatih atau riyadhoh.
    Dengan semakin sering berlatih melibatkan hati dan perasaan saat membuat tulisan, maka kemampuan menghayati cerita pun akan semakin terasah.
  5. Mulailah membuat sebuah cerita dengan premis, yaitu ide sebuah cerita. Tidak perlu panjang-panjang, namun menggambarkan garis besar dari seluruh cerita. Ada sebuah rumus dalam membuat sebuah premis yang dapat diaplikasikan dalam cerita apapun, baik naskah film maupun buku.

    Tokoh-Want-Dengan Cara-Tetapi.
    Misal dalam film Avenger Infinity War, premisnya adalah Thanos ingin memusnahkan separuh penghuni bumi dengan jentikan jari, tetapi harus menghadapi Avengers terlebih dahulu.

Setelah menjelaskan tentang premis, Kang Abay memberikan challenge membuat premis untuk peserta. Dua orang orang beruntung mengangkat tangan dengan cepat untuk dapat membacakan premisnya dan mendapatkan hadiah buku. Sayangnya orang yang beruntung itu bukan saya. Huhu…

Menikmati acara seru dan sangat berfaedah memang membuat waktu selalu terasa berlalu terlalu cepat. Begitupun dalam event ini. Meskipun masih betah dan ingin lerbih banyak lagi menggali ilmu dari para mentor kece ini, namun waktu sudah tidak memungkinkan. Dan acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Oh iya, teman-teman jika ingin mengikuti kegiatan terapdet dari NulisYuk, silakan follow akun Instagramnya. Insyaallah akan selalu ada info acara seru, termasuk kelas menulis dan info buku baru.

26
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Ulfah Wahyu
Guest

Keren banget deh Mbak acaranya. Banyak ilmu yang bisa didapatkan ya. Apalagi mentornya keren-keren semua. Cuss ah langsung follow instagramya. Makasih infonya Mbak.

Yulie
Guest

Acaranya keren banget. Pengen deh bisa menulis yang bagus. Aku masih sebatas nulis doang. Aku follow ig nya juga ah… makasih ya..

tempatulas
Guest

Ternyata, menulis mampu mendatangkan banyak hal baik sampe bisa dijadikan terapi.

Yuni Bint Saniro
Guest

Acara kepenulisan selalu membuat yuni excited dah, Mbak. Belum lagi cerita di balik para penulis-penulis hebat itu. Menakjubkan sekali rasanya.

Sitatur Rohmah
Guest

Masyaallah… pembicaranya keren semua.. karya udah banyak dan berkualitas. Ilmu dari pengalaman yang mereka alami pasti sangat bermanfaat ya? Thanks sharingnya mbak Ane

Dian Restu Agustina
Guest

Wah..sering baca tentang NulisYuk ternyata peringatan milad ketiganya daging acaranya
Malasih sudah sharing Mbak Ane.
Oh ya, kalau ada event pernah di Jakarta juga atau cuma di Bandung ya Mbak

Titik Wihayanti
Guest

Haii Mba Ane salam kenal. Aku jg orang bandung nih tp baru tahu ada komunitas hijab blogger bandung. Hihi btw acaranya keren mba, mentornya semua inspiratif ya.
Tertarik banget dengan NulisYuk, Cus langsung follow IGnya. Makasih infonya mba Ane

Laily Fitriani
Guest

Duuh…kalau ada kelas menulis saya pasti terhipnotis Mbak…bolak-balik jelasin yang kadang saya sudah tahu tapi semacam nagih harus tanya. Saya kebetulan sudah berteman di IG. Terima kasih tips membuat premis dari mentor yang Mbak jelaskan ya?

Fanni
Guest
Fanni

Wah seru banget ya acaranya mbak. Bertemu dengan banyak.penulis dengan tema tulisan yang berbeda-beda pasti jadi bisa bertukar pikiran. pengen ikutan juga deh, langsung cus k ig nya abis ini. Makasih infonya

Irena Faisal
Guest

Sudah menelurkan 40 buku? wow hebat sekali… aku jadi suka menulis sejak jadi blogger hehehe setiap pengalaman menarik pasti kutulis di blog sekarang2 ini

Anisah Widyastuti
Guest

Wah,senang sekali bisa hadir di acara keren dengan para penulis keren dunia akhirat,insyaallah. Suka ih kak infonya bikin aku pengen nulis lagi.

Arif Rudiantoro
Guest

Terimakasih tulisanya menginspirasi

Terkadang pingin sih membuat riset sebelum membuat tulisan, tapi terkadang sudah bikin riset dapat tema yg populer malah nggak ada ide alias buntu jadinya ya gitu deh hehe

Siska Dwyta
Guest

Pematerinya keren-keren ya. Kisah hijrahnya juga menginspirasi. Eh ada juga Kang Abay yang hadir ya. Selain terkenal sebagai pencipta lagu ternyata beliau juga ahli dalam menulis ya.

Meykke Santoso
Guest

Postingan yang sangat berdaging mbak, terimakasih. Bisa makin menguatkan tekad untuk menulis. Saya jga sempat bergabung dengan menulis yuk untuk buku Jadi Istri yang Sesungguhnya. Keren pisan memang.

Tatiek Purwanti
Guest

Saya sih sudah jadi follower NulisYuk. Tapi belum tahu detail komunitasnya, hehe. Jadi lebih paham nih dg hadirnya tulisan Mbak Ane. Iyes, itu mah rezeki nomplok bisa hadir di agenda spt itu. Kapan ya diadain di Malang :) Mupeng

Hastin Pratiwi
Guest

Terima kasih tipsnya mbak Ane. Saya juga sudah follow NulisYuk di IG.
Luar biasa ya memang aktivitas menulis ini. Bisa menjadi semacam terapi bagi banyak orang yg bermasalah…

Denik
Guest
Denik

Beruntungnya dirimu Mba. Acaranya seru dan banyak manfaatnya. Aku sering dengar Nulis Yuk. Ternyata sudah tiga tahun ya.

Haeriah Syamsuddin
Guest
Haeriah Syamsuddin

Gak terasa NulisYuk udah tiga tahun. Salut dengan kisah-kisah yang dipaparkan di atas. Mudah-mudahan, acara seperti ini digelar lagi tahun depan dan jangan lupa undang saya juga dong, hehehe.

ibunzril
Guest

bank emosi saya kurang banyak nih. jadi idenya tersendat plus rasa karyanya datar. huhu kudu rajin catat emosi2 yg muncul nih. semoga bs telurkan karya seperti yg lainnya

Sitatur Rohmah
Guest

Saya merasakan yang Jee alami. healing therapy. Ternyata menulis itu bisa mengurai benang kusut di kepala menjadi rangkaian kata sarat makna. Ketika kalimat teruntai simpul simpul kusut mulai terurai. Masyaallah…

You May Also Like