Kami yang Tersingkir

kami yang tersingkir

Aku terlahir ke dunia ini atas kehendak Sang Pencipta, bukan aku yang meminta. Ibu merawat dan menjagaku hanya sampai aku mampu bermain sendiri, karena masih ada adik-adik yang harus diurusi.

Hidup memang tak mudah bagi kami. Di alam semesta yang luas ini, mestinya ada hak kami sekedar tuk mengisi perut ini. Bukankah Tuhan ciptakan semesta tuk seluruh makhluk ciptaan-Nya? Namun mengapa kini, dunia seolah hanya milik mereka sendiri? manusia rakus yang merasa sebagai penguasa bumi.

Saat perut kami merintih perih, kami berharap mendapatkan belas kasih dari orang-orang yang kami temui. Jackpot terbesar bagi kami, jika ada yang sudi berbagi rumahnya dengan kami.

Namun tak selalu harapan kami terpenuhi.

Ada kalanya mereka menatap kami dengan rasa jijik, untuk kemudian mengusir kami. Tak jarang mereka mengusir dengan cara menyakiti, walau kami hanya mengais sampah sisa mereka sebagai sumber rejeki.

Kumohon, berilah kami sedikit belas kasih, sebagai sesama penghuni bumi, makhluk ciptaan Ilahi. Ikhlaskanlah kalian tuk berbagi, niscaya Allah yang akan mengganti.

Jikapun kalian tak ingin berbagi dengan kami, janganlah kami kalian sakiti. Walau sesekali kami terpaksa mencuri. Semua yang kami lakukan ini hanyalah sekedar mengikuti naluri, sebagai makhluk yang sedang berjuang untuk bertahan, di mana dengan sesamapun kami keras berkompetisi.

Meong…..

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
fe13bi
Guest

Wah belakangan ini makin banyak aja nemu tulisan yg endingnya mengezutkan

You May Also Like
haiku
Read More

Haiku

Sapa mentari Cairkan kebekuan Asa menanti . Pagi yang dingin Rindu hangat senyummu Cinta membara . Mentari pagi…
mata elang
Read More

Mata Elang Itu

Deg! satu tatapan dari anak lelaki jangkung berambut cepak itu berhasil menembus hingga ke jantung Ersa. Dadanya bergemuruh kencang, wajah menghangat, namun kedua tangan terasa dingin.
don juan
Read More

Don Juan

Dini sendiri tak mengerti, entah apa yang membuat anak itu tiba-tiba mengalihkan pandangan pada dirinya. Padahal banyak anak perempuan lain yang jauh lebih cantik dan mengejar-ngejar dia. Ge er? Ah, entahlah. Yang pasti ini rasanya seperti mimpi.
cerpen kesumat gadis pengamen
Read More

Kesumat Gadis Pengamen

Belum puas kulampiaskan dendamku padanya, kembali kuhampiri tubuh yang terkapar itu, hmmm napasnya masih ada. Kucengkeram dan kuangkat kepalanya, lalu kuhempaskan tepat ke atas batu itu