Milikmu Milikku

facebook

“Sayang, ayo tidur! Sudah malam.”

“Iya, sebentar lagi.”

Satu per satu kutelusuri status teman-teman yang hadir di beranda, ada satu nama yang selalu mencuri perhatianku, Rima, teman sekolahku dulu. Ratu media sosial yang paling rajin update status, mulai dari hal-hal sepele hingga yang wow. Sampai aku merasa seperti ada di rumahnya, mengenal semua keluarganya, lengkap dengan sifat, kebiasaan, dan hobinya.

Dia bukan bermaksud pamer, mungkin hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya. Bahagia karena memiliki anak yang lucu, bahagia karena memiliki suami yang mapan, tampan, juga romantis. Hmmm paket lengkap sebuah masa depan yang aku idamkan.

‘Bobok sendiri lagi… kangen dipeluk my hubby. Belakangan ini sepertinya bumi berputar lebih lambat, sejak yayangku Mas Yoga Pramana dinas di luar kota. Hiks…’

Begitu statusnya malam ini, dengan menandai akun Yoga Pramana suaminya, kakak kelas kami dulu. Berpuluh komentar pun ramai hadir di statusnya. Sebuah like aku kirimkan.

Sepasang lengan kekar terasa hangat melingkari pinggangku, hembusan napas yang tak kalah hangatnya menggelitik kupingku.

“Sayang… jangan buat aku menunggu lebih lama,” bisiknya seraya menarik tubuhku semakin erat di pelukannya.

“Baiklah, Mas Yoga Pramanaku tercinta…” jawabku, seraya membalikkan tubuh, dan berhadapan sangat lekat dengannya.

10
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
wiwidnurwidayati
Guest

Wew…
Berbagi suami…tapi yg di sana kagak tahu?

Nova DW
Guest

Flash fictionnya keren :)

Dian Restu Agustina
Guest

Wow! keren mbak..nggak bayangin itu endingnya.
bagus..bagus…:)

anggi ghia
Guest

wik, pendek tapi keren abiss…
suka juga dengan layout webnya …;)

Suden
Guest

Jiah… ternyata sama Ane Fariz!

You May Also Like
Read More

Canda Bonsai

Hanya keikhlasan dan ketawakalan yang membuat Rista tetap kokoh berdiri, menjaga dan menghujani buah hatinya dengan curahan cinta, kasih sayang, dan balutan do'a.
pinky boy
Read More

Pinky Boy

Bagi Ria ini adalah hal yang sangat menggelikan, melihat seorang laki-laki menyukai warna pink, sementara Ria mengharamkan pink dalam hidupnya. Entahlah, baginya warna pink itu terlalu kemayu.
cerpen nahas
Read More

Nahas

Sekejap duka di mata itu berganti kilatan api, saat wajahmu berpaling pada lelaki yang tengah berdiri mematung dengan wajah pucat. Dia menunduk, nampaknya kilatan api di matamu terlalu menyilaukannya.
mari berbagi
Read More

Mari Berbagi

Keke ingat nasihat ibu, untuk mengatakan yang sebenarnya dan meminta maaf. Itu hal pertama yang harus dilakukannya.