Rindu…

puisi rindu
Ma… kini papa telah bersemayam di sampingmu. Dua puluh tujuh tahun sudah beliau jalani sisa usianya tanpamu. Betapa kami kerap berbagi rasa rindu tentangmu ma….

Seketika segala kenangan menyeruak
Kembali hadir menguras perasaan rindu yang memuncak
Berharap semua ini bukan hanya kenangan
Lembar-lembar kisah bersamamu
Lembaran yang manis, kini terapung satu persatu
Bersama sang waktu
Kurindu suaramu di telpon bertanya kabarku, kabar putra-putraku
Kurindu berlari ke pintu bergegas menyambutmu, saat kudengar deru roda duamu
Kurindu olah menu di dapur bersama chef favoritku
Kurindu pandangi gurat senyummu manakala dua putraku berebut buah tanganmu
Kurindu berbagi kisah denganmu
Kurindu bermanja denganmu
Kurindu semuaaaa tentangmu
Papa…. kau tak tergantikan, takan pernah
Derasnya curahan cintamu sejak dulu
Senantiasa kan menyejukkan hatiku, sampai kapanpun
Dulu….kini…. dan selamanya
Ma… kini papa telah bersemayam di sampingmu
Dua puluh tujuh tahun sudah beliau jalani sisa usianya tanpamu
Betapa kami kerap berbagi rasa rindu tentangmu Ma….
Namun kini, biarlah kusimpan semua rindu ini dalam hati
Menjadi kisah rindu tak bertepi
Ya Robbi…. sampaikanlah rinduku pada yang terkasih
Rindu yang kurangkai dalam untaian do’a berhias air mata
Semoga suatu saat nanti
Dengan ridhoMU yaa Robbi
Jannah kan menjadi tempat kami berkumpul kembali
Aamiin

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
You May Also Like
puisi rajutan
Read More

Rajutan

Ketika membuat sebuah rajutan Tangan kanan dan kiri bekerja sama untuk menghasilkan karya yang indah Harmonisasi gerakan tercipta…
mata elang
Read More

Mata Elang Itu

Deg! satu tatapan dari anak lelaki jangkung berambut cepak itu berhasil menembus hingga ke jantung Ersa. Dadanya bergemuruh kencang, wajah menghangat, namun kedua tangan terasa dingin.
pesona tetangga baru
Read More

Pesona Tetangga Baru

Aku selalu pada posisi siaga untuk menangkap lemparan senyum manis dan sapanya. Itu saja rasanya sudah cukup membuat hariku jadi lebih berwarna. Dan semua kebahagiaan itu akan kugoreskan pada lembar kertas buku harianku.
fiksi do'a dalam hujan
Read More

Do’a Dalam Hujan

Bermacam tagihan dan utang di sana-sini, sisa tambalan kebutuhan sehari-hari, menjadikan penghasilannya selalu tak mencukupi. Ada rasa sesak yang menyengal, manakala teringat si bungsu yang sedang sakit hanya makan berlauk kecap pagi tadi.
pinky boy
Read More

Pinky Boy

Bagi Ria ini adalah hal yang sangat menggelikan, melihat seorang laki-laki menyukai warna pink, sementara Ria mengharamkan pink dalam hidupnya. Entahlah, baginya warna pink itu terlalu kemayu.