Sembilan Maret

Sembilan Maret
Kini, tujuh belas warsa sudah kita merangkai cerita. Bersama melukis asa. Dendangkan kasih sayang.

Malam itu kuterbangun dari lelap
Hentakmu semakin kuat bergejolak
Seolah kau tengah berontak
Ingin sampaikan rindu yang kian memuncak
Sebesar kerinduan di hati kami yang semakin menyeruak

Malam berjalan sangat lambat
Kupanjatkan do’a penuh khidmat
Merayu Pemilik Sejatimu, Sang Pemilik Kehidupan
Berharap ridho-Nya tuk pertemukan kita di alam yang sama
Dera rasa sakit itu menjadi indah
Gambar perjuangan memeluk separuh masa depan
Asa dan impian menguatkan diri tuk terus berjuang

Hingga tiba saatnya…
Ketika sang surya menyeringai di atas kepala
Tangismu menyapa dunia
Terdengar merdu, semarakkan kalbu
Syukurku pada Pemilik Sejatimu
Telah perkenankanku tuk membersamaimu
Sungguh, hadirmu sempurnakan hidupku
Kau anugerahi aku gelar mulia, seorang ibu….

Kini, tujuh belas warsa sudah kita merangkai cerita
Bersama melukis asa
Dendangkan kasih sayang
Sejak kau dalam buaian, hingga kini kau tengah menata masa depan
Kau memberi warna dalam hidupku
Kau nyanyikan lagu di hari-hariku
Rasa syukurku yang tak terukur
Untuk amanat menggenggam tanganmu
Bersama kita sibak tabir kehidupan
Bergenggaman saling menguatkan

Hingga tiba masanya, kau genggam tangan yang lain
Kan kulepas genggaman tanganku
Namun do’aku kan selalu memelukmu
Mohon ridho-Nya tuk setiap langkahmu
Mohon cinta-Nya agar senantiasa menyiramimu
Hingga akhir waktu

Bandung, 9 Maret 2017

Baca juga puisi Samudera Kenangan

IMG_2908.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
You May Also Like
puisi
Read More

Wusss

Melesap, hirap, diantara partikel udara Senak menghantar dengan lambaian Rasa yang melahirkan asa, kini tiada Perapuh hati tak…
cerpen kesumat gadis pengamen
Read More

Kesumat Gadis Pengamen

Belum puas kulampiaskan dendamku padanya, kembali kuhampiri tubuh yang terkapar itu, hmmm napasnya masih ada. Kucengkeram dan kuangkat kepalanya, lalu kuhempaskan tepat ke atas batu itu
cerpen teka teki firly
Read More

Teka-Teki Firly

Lamat-lamat terdengar suara sirine dari jauh, tampak satu persatu orang-orang menghambur ke luar. Sebuah ambulan berhenti . Tangis orang-orang terdengar bersahutan, semakin menjadi. Nenek menghambur ke pintu ambulan dengan suara tangis yang semakin histeris.
pesona tetangga baru
Read More

Pesona Tetangga Baru

Aku selalu pada posisi siaga untuk menangkap lemparan senyum manis dan sapanya. Itu saja rasanya sudah cukup membuat hariku jadi lebih berwarna. Dan semua kebahagiaan itu akan kugoreskan pada lembar kertas buku harianku.