untuk sahabat tersayang

 

Kutatap wajahmu dalam
Ada yang lain di sana, wajah itu kini pancarkan keteduhan
Tiada lagi nyala api yang dulu kerap berpijar
Kini api telah memudar
Tak ada lagi bulir bening yang melukiskan kegalauan
Kini telah berganti senyuman
Tuturmu menggambarkan keikhlasan
Senyummu melukiskan keimanan
Bukan… bukan karena berlalunya kepayahan
Karena kulihat, kau dan kepayahan masih bergandengan
Kepayahan…. yang dulu tak kau ingini
Kepayahan yang dulu kerap kau sesali
Kepayahan itu kini kau syukuri
Tak dinyana, kepayahanmu adalah sebuah bentuk kasih sayang
Kasih sayang Robb mu yang telah dikaruniakan
Kepayahanmu adalah sebuah jalan
Jalan bagi Robb mu untuk limpahkan kenikmatan
Nikmat hidayah yang seluruh hamba begitu rindukan
Bahagiaku untukmu, sahabat tersayang