Untuk Sahabat Tersayang

untuk sahabat tersayang
Kepayahan yang dulu kerap kau sesali. Kepayahan itu kini kau syukuri.

Kutatap wajahmu dalam
Ada yang lain di sana, wajah itu kini pancarkan keteduhan
Tiada lagi nyala api yang dulu kerap berpijar
Kini api telah memudar
Tak ada lagi bulir bening yang melukiskan kegalauan
Kini telah berganti senyuman
Tuturmu menggambarkan keikhlasan
Senyummu melukiskan keimanan
Bukan… bukan karena berlalunya kepayahan
Karena kulihat, kau dan kepayahan masih bergandengan
Kepayahan…. yang dulu tak kau ingini
Kepayahan yang dulu kerap kau sesali
Kepayahan itu kini kau syukuri
Tak dinyana, kepayahanmu adalah sebuah bentuk kasih sayang
Kasih sayang Robb mu yang telah dikaruniakan
Kepayahanmu adalah sebuah jalan
Jalan bagi Robb mu untuk limpahkan kenikmatan
Nikmat hidayah yang seluruh hamba begitu rindukan
Bahagiaku untukmu, sahabat tersayang

0 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
cerpen 18 tahun
Read More

18 Tahun

“Kemarin aku minta uang buat beli makanan, aku lagi sakit nggak bisa jualan. Dia baru gajian. Tapi dia…
pinky boy
Read More

Pinky Boy

Bagi Ria ini adalah hal yang sangat menggelikan, melihat seorang laki-laki menyukai warna pink, sementara Ria mengharamkan pink dalam hidupnya. Entahlah, baginya warna pink itu terlalu kemayu.
Cerita Fiksi Surti dan Tejo
Read More

Surti dan Tejo

"DZIIGGGHHH!!!" tinju Surti mendarat mulus di bibir Tejo. Belum puas dengan itu, Surti mengambil bungkusan besar yang diberikan Tejo padanya.