Wusss

puisi

Melesap, hirap, diantara partikel udara

Senak menghantar dengan lambaian

Rasa yang melahirkan asa, kini tiada

Perapuh hati tak hendak kembali

Tetes darah terhenti

Melenggang lempang tak mesti peduli

 

Baca juga puisi Ornamen Senja

 

 

6
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
wiwidnurwidayati
Guest

Singkat. Padat dan diksinya memikat..keren mbak

Dian Restu Agustina
Guest

Melenggang lempang tak mesti peduli.. hiks:(

Suden
Guest

Panjangin dikit dong! Hihi… btw, ini keren.

You May Also Like
flash fiction
Read More

Belum Lima Menit

Gambar bulatan berhias aneka warna warni yang setiap hari dipandangi untuk dinikmati dalam imajinasi, kini benar-benar nyata ada di tangannya, untuk dilumat dalam mulut dan mengisi salah satu bagian sudut perutnya.
cerpen nahas
Read More

Nahas

Sekejap duka di mata itu berganti kilatan api, saat wajahmu berpaling pada lelaki yang tengah berdiri mematung dengan wajah pucat. Dia menunduk, nampaknya kilatan api di matamu terlalu menyilaukannya.
Cerita Fiksi Surti dan Tejo
Read More

Surti dan Tejo

"DZIIGGGHHH!!!" tinju Surti mendarat mulus di bibir Tejo. Belum puas dengan itu, Surti mengambil bungkusan besar yang diberikan Tejo padanya.