Wusss

puisi

Melesap, hirap, diantara partikel udara

Senak menghantar dengan lambaian

Rasa yang melahirkan asa, kini tiada

Perapuh hati tak hendak kembali

Tetes darah terhenti

Melenggang lempang tak mesti peduli

 

Baca juga puisi Ornamen Senja

 

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
wiwidnurwidayati
10 Sep 2017 12:45

Singkat. Padat dan diksinya memikat..keren mbak

Dian Restu Agustina
19 Sep 2017 12:08

Melenggang lempang tak mesti peduli.. hiks:(

Suden
10 Jan 2018 10:20

Panjangin dikit dong! Hihi… btw, ini keren.

You May Also Like
fenomena mama papa
Read More

Oh Mama Oh Papa

Tangan yang tadi mencengkeram lengan Mama Dea, kini tertanam pada dua sisi pinggang wanita itu. Dengan suara setengah berteriak, bola mata yang semakin membulat, dan nafas yang berpacu, tampak jelas jika wanita itu benar-benar tengah dalam emosi tingkat tinggi.
cerpen sebuah epiode buram
Read More

Sebuah Episode Buram

Sesaat kemudian Ricky dan Gopal tancap gas, diikuti Polenk dan Eron yang dengan cekatan mengambil alih motor lelaki yang telah terkapar itu, membelah jalanan di gelapnya malam, dalam buaian pengaruh alkohol dan obat terlarang.
cerpen mana janjimu
Read More

Mana Janjimu?

Kamu, menjadi sosok yang terus muncul di pikiranku belakangan ini, berhasil mengobrak abrik hatiku. Kamu gantung aku, kenapa tak tepati janjimu? sungguh terlalu!
pesona tetangga baru
Read More

Pesona Tetangga Baru

Aku selalu pada posisi siaga untuk menangkap lemparan senyum manis dan sapanya. Itu saja rasanya sudah cukup membuat hariku jadi lebih berwarna. Dan semua kebahagiaan itu akan kugoreskan pada lembar kertas buku harianku.
Cerber Kamu
Read More

Kamu… (1)

Sekejap ingatannya melayang kembali pada masa beberapa tahun yang lalu, saat lelaki itu turut mewarnai hari-harinya.