Wusss

puisi

Melesap, hirap, diantara partikel udara

Senak menghantar dengan lambaian

Rasa yang melahirkan asa, kini tiada

Perapuh hati tak hendak kembali

Tetes darah terhenti

Melenggang lempang tak mesti peduli

 

Baca juga puisi Ornamen Senja

 

 

6
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
wiwidnurwidayati
Guest

Singkat. Padat dan diksinya memikat..keren mbak

Dian Restu Agustina
Guest

Melenggang lempang tak mesti peduli.. hiks:(

Suden
Guest

Panjangin dikit dong! Hihi… btw, ini keren.

You May Also Like
puisi rindu
Read More

Rindu…

Ma... kini papa telah bersemayam di sampingmu. Dua puluh tujuh tahun sudah beliau jalani sisa usianya tanpamu. Betapa kami kerap berbagi rasa rindu tentangmu ma....
fenomena mama papa
Read More

Oh Mama Oh Papa

Tangan yang tadi mencengkeram lengan Mama Dea, kini tertanam pada dua sisi pinggang wanita itu. Dengan suara setengah berteriak, bola mata yang semakin membulat, dan nafas yang berpacu, tampak jelas jika wanita itu benar-benar tengah dalam emosi tingkat tinggi.
mari berbagi
Read More

Mari Berbagi

Keke ingat nasihat ibu, untuk mengatakan yang sebenarnya dan meminta maaf. Itu hal pertama yang harus dilakukannya.
cerpen sebuah epiode buram
Read More

Sebuah Episode Buram

Sesaat kemudian Ricky dan Gopal tancap gas, diikuti Polenk dan Eron yang dengan cekatan mengambil alih motor lelaki yang telah terkapar itu, membelah jalanan di gelapnya malam, dalam buaian pengaruh alkohol dan obat terlarang.
haiku
Read More

Haiku

Sapa mentari Cairkan kebekuan Asa menanti . Pagi yang dingin Rindu hangat senyummu Cinta membara . Mentari pagi…