kopi kapal api

Mengawali hari berteman kopi tentu sudah menjadi hal yang lumrah bagi sebagian orang. Ada orang-orang yang wajib mengawali harinya dengan minuman hitam ini, karena sudah menjadi kebiasaan, sehingga badan terasa kurang fit jika memulai hari tanpa secangkir kopi, begitu katanya.  Seperti juga Bapak saya, yang memiliki kebiasaan ngopi di pagi dan sore hari, juga di sela-sela waktu lainnya. Sehari rata-rata beliau mengkonsumsi sekitar 4 gelas kopi, dan kebiasaan ini menurun pada anak-anaknya.

Waktu kecil saya biasa numpang seruput kopi Bapak, atau Mama, dan sampai saat ini saya belum bisa move on dari kopi tersebut. Merek kopi ini sudah begitu melekat di benak saya sejak kecil, Kapal Api. Siapa sih yang tidak kenal dengan brand ini? Namanya sudah sangat familiar di telinga kita. Sebuah perusahaan besar yang menyajikan produk kopi dengan harga terjangkau dan cita rasa yang enak, seperti taglinenya ‘Jelas Lebih Enak.’

Dulu saat saya masih berseragam putih merah di tahun delapan puluhan, kopi kapal api yang saya kenal hanyalah produk kopi bubuk. Namun seiring waktu, Kapal Api terus berinovasi dengan menawarkan produk yang bervariasi, mulai dari kopi susu, kopi mix (gula dan kopi), white coffee, grande, luwak blend, dan entah apa lagi. Jujur, saya tidak terlalu mengikutinya. Kenapa? karena saya sudah jatuh hati pada pada kopi hitamnya.

kopi kapal apiSejak dulu hingga saat ini saya hanya membeli kopi bubuknya saja. Pernah mencoba kapal api mix, tapi terasa kurang pas karena terlalu manis menurut selera saya. Maka hingga saat ini saya tetap menyeduh kopi kapal api dengan takaran gula saya sendiri. Ingin tahu apa yang bikin saya sekian lamanya tidak bisa berpaling dari merek satu ini?

Pertama aromanya, aroma khas kapal api yang keluar saat bubuk kopi diseduh air yang baru mendidih mengeluarkan aroma yang sangat menggoda, ini membuat saya candu untuk selalu menghidunya. Selain aroma, sudah tentu rasanya yang jelas lebih enak…. (nyanyikan seperti jingle iklannya).

Efek minum kopi pada setiap orang tentu tidak sama. Tapi bagi saya sendiri, saat kantuk menyerang lumayan terusir setelah seruput kapal api, hal ini cukup membantu, terutama jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dan satu lagi kebiasaan saya, saat sakit kepala terutama jika keluhan itu datang di siang hari, maka yang saya cari adalah kopi. Saya sendiri tidak tahu pastinya hubungan antara kandungan kopi dan sakit kepala, namun keluhan sakit kepala berangsur hilang setelah seruput kopi hitam. Begitulah pengalaman yang saya rasakan.

Bagi sebagian penikmat kopi, mereka lebih memilih menikmati kopi di cafe-cafe, atau dengan membeli biji kopi yang kemudian digiling sendiri dengan coffee grinder (alat khusus untuk menggiling biji kopi) demi mendapatkan cita rasa kopi dengan standar internasional.

Namun tentu saja hal ini tidak berlaku bagi semua orang, karena seperti kita tahu harga kopi di cafe dibanderol minimal Rp. 20.000,- per cangkir, dan untuk menggiling sendiri biji kopinya tentu saja tidak menjadi pilihan bagi orang-orang yang lebih menyukai kepraktisan, belum lagi harga grinder yang cukup lumayan. So… kehadiran Kapal Api yang Jelas Lebih Enak ini tentu saja menjadi solusi bagi penikmat kopi aliran praktis ekonomis seperti saya dan keluarga.

Produk kopi kapal api yang sudah bersertifikat halal MUI dan BPOM menjadi pegangan bagi penikmat kopi aliran praktis ekonomis tadi untuk setia menjadi teman ngopi tanpa ragu. Terlebih mengingat sepak terjang perusahaan besar ini yang sudah tidak diragukan lagi selama sembilan dekade, yaitu sejak tahun 1927.

Dipilihnya  merek Kapal Api sendiri karena kapal api atau kapal uap dianggap sebagai bentuk transportasi laut yang paling inovatif pada masanya, yang sekaligus menjadi simbol sejarah awal penjualan kopi bubuk merek ini melalui jalur perdagangan laut di masa itu.

Jadi, sudahkah anda ngopi hari ini? Jangan lupa pilih yang Jelas Lebih Enak, ya!

4 replies
    • Ane Fariz
      Ane Fariz says:

      Hihi… iya Mbak, nyeruput kopi Bapak dan Mama juga ada sensasi rasa tersendiri yg bikin rasanya jadi lebih enak, apalagi kalo rebutan sama sodara, jadi makin nikmat pas kita yg dapat :D

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply