Review Fabel Pagar

review

Mendapat tugas mereview tulisan seorang mastah itu rasanya seperti saat ketemu gebetan di masa muda dulu, yang sukses bikin serba salah alias salah tingkah. Hahaha... tapi kalau nggak digarap juga beresiko point kian susut. Jadi... baiklah, review ala-ala kita mulai.

Tulisan Mbak Mabruroh Qosim yang saya review berjudul pagar, tulisan ini menceritakan tentang seorang anak yang melanggar nasihat orangtuanya dan mengakibatkan si anak harus menghadapi resiko yang fatal serta mengerikan.

Pada paragraf awal penulis menggambarkan isi cerita tentang adanya sebuah misteri di balik noktah hitam yang menggelitik rasa ingin tahu pembaca dengan lanjutan kisahnya. Melalui tulisan ini, Mbak Mabruroh menyuguhkan rangkaian kata yang lebih sederhana dari tulisan-tulisan yang biasa dibuatnya, tentu saja karena Mbak Mab ingin membuat sebuah fabel yang secara otomatis merupakan bacaan yang ditujukan untuk anak-anak.

Dalam cerita ini tokoh Bella tidak dijelaskan sebagai makhluk jenis apa, sehingga pembaca diajak berpikir atau menerka-nerka tentang sosok apakah sebenarnya Bella ini, berdasarkan sebuah petunjuk kasur jerami. Saya sendiri menduga jika Bella adalah seekor kuda, entah benar atau tidak. Menurut saya cara ini sangat asik disajikan dalam bacaan anak-anak, sehingga mereka diajak berpikir atau memainkan imajinasinya untuk menebak apakah tokoh utama ini sebenarnya?

Dalam ceritanya penulis berusaha menyampaikan sebuah pesan tentang kewajiban seorang anak untuk mematuhi nasihat orangtuanya. Secara keseluruhan cerita ini disajikan dengan apik, pas untuk konsumsi anakk-anak.

Namun pada paragraf awal, saya merasa sedikit kurang nyaman saat menemukan kata 'nya' secara berturut-turut dalam satu paragraf yang singkat.

... titik hitam yang selalu membuatnya ingin menoleh dan memandang lama-lama. Dengan matanya, dari jerami empuk di kamarnya ...

Mungkin dalam kalimat ini sebagian kata 'nya' bisa diganti dengan kata yang lain, misal

... titik hitam yang selalu membuat dia ingin menoleh dan memandang lama-lama. Dengan matanya, dari jerami empuk di kamar berdinding kayu itu ...

Kemudian pada bagian kalimat ini => Ke kanan, ke kiri, ke kuncup bunga satu ke yang lainnya.

Mungkin akan lebih enak dibaca jika kalimatnya seperti ini => Ke kanan, ke kiri, dari kuncup bunga satu ke kuncup yang lainnya.

Ups, waktu sudah menunjukan pukul 23.46, yang artinya hanya tersisa 13 menit menuju deadline. Saatnya saya harus segera setorkan tugas ini sebelum poin kembali menyusut. Hahaha...

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply