Posts

,

Teka-Teki Firly

cerpen teka teki firly

Rintihan tangis samar-samar terdengar menerobos gendang telinga Firly, gadis itu membuka mata dan berulangkali mengerjapkannya, coba memastikan jika dirinya tidak sedang bermimpi. "Tapi siapa yang menangis? suara itu mirip suara Nenek, namun tidak mungkin nenek menangis. Selama mengenal beliau Firly tak pernah sekalipun melihat wanita itu menangis," bisik gadis berponi itu dalam hati. Read more

,

Nahas

cerpen nahas

"Bruuuuk!"

Nahas, tiba-tiba kayu jati berbentuk persegi panjang itu menghajar tubuh ringkihku. Aku terhuyung, tubuhku terjungkal, kemudian meluncur dan mendarat keras dengan posisi kepala terlebih dahulu.
Read more

,

Harga Diri

harga diri

Keseruan berbagi cerita sejenak teralihkan oleh pemandangan serbuan air hujan yang menerjang bumi, pada jendela kamar hotel. Aku mulai gelisah, memikirkan dia yang menanti di luar sana. Read more

,

Harta Paling Berharga

harta berharga

Ini hari pertama Dian kembali ke bangku sekolah setelah libur semester ganjil, kembali berkumpul bersama teman-teman, saling bercerita tentang pengalaman semasa liburan. Read more

,

Oh Mama Oh Papa

fenomena mama papa

"Mama kemarin ngapain duduk dekat-dekat si Burhan di kantin?"

"Nggak ngapa-ngapain kok Pa ... nggak sengaja itu, kebetulan aja kantin lagi penuh."

"Pokoknya Papa nggak suka Mama dekat-dekat si Burhan!" Read more

,

Kejutan Anniversary

kejutan anniversary

Alunan suara Shania Twain menyanyikan lagu from this moment merambati gendang telinga Reri, ruhnya seketika kembali menyatu dengan tubuh, dan dalam hitungan detik telah berada pada posisi siaga. Alarm di ponselnya diseting agar berbunyi lebih awal dari biasanya. Bukan itu saja, semua kalender yang ada di rumah pun telah dibubuhi tanda merah berbentuk hati, sebagai penanda bahwa hari ini adalah hari yang istimewa. Read more

,

Lelaki Penabur Janji

cerpen lelaki penabur janji

Lelaki itu kini hanya menghabiskan waktu dengan duduk termenung, menatapi rimbunnya dedaunan di halaman belakang. Berteman kepulan asap rokok yang hampir menyelimuti wajahnya, sesekali suara batuk menghentikan gerakan jarinya yang mengepit sebatang rajangan tembakau bersalut kertas, agar tak segera menjejalkan di antara bibir gelapnya. Sorot tajam mata cekung itu kini berubah sayu dan kosong. Sesekali jemari tangan kiri menyapu butiran air yang hendak bergulir, agar tak terlanjur meluncur menghujani pipi. Sejak kepergian ibu, lelaki yang kukenal gahar itu kini berubah layu. Read more

,

Sebuah Episode Buram

cerpen sebuah epiode buram

Ricky terpekur menatapi dinginnya lantai penjara, dikelilingi dinding dan jeruji besi yang angkuh berdiri. Sejak semalam hotel prodeo menjadi tempatnya menghabiskan waktu. Suara letusan senjata api, diikuti oleh erangan seorang lelaki yang tersungkur bersimbah darah  terus terlintas di benaknya, sekuat apapun Ricky coba pejamkan mata, gambaran peristiwa itu tak mau pergi. Silih berganti dengan wajah ibu dan bapak  yang selama ini selalu bangga akan dirinya. Rasa bersalah terus menggelayuti batin, dalam do'a Ricky berharap lelaki itu akan baik-baik saja. Dan ibu bapak mau memaafkan dirinya. Read more

,

Kesumat Gadis Pengamen

cerpen kesumat gadis pengamen

Angin malam berhembus sejukkan ragaku yang tengah duduk di bawah hamparan langit gelap, mengamati orang-orang di sekitar rumah tua kumuh, tempat tinggalku saat ini. Suasana yang akrab dengan diriku dalam beberapa bulan terakhir. Sesekali bulan dan bintang menemani, berbagi sedikit sinarnya untuk kunikmati. Read more