Posts

,

Kejutan Tak Terlupakan

kejutan tak terlupakan

"Jangan lupa bawain oleh-oleh ya!" pesan Reina pada Yuda melalui video call di smartphonenya.

"Tar, kalo ada sisa duit. Oleh-oleh apa? cireng ya? hahaha..." jawab Yuda diikuti tawanya.

"Ogah ah, lo mah tawarannya ga jauh dari cireng ma cimol aja, yang kerenan dikit napa?" balas Reina sambil sedikit memonyongkan bibirnya.

"Dah jelek makin jelek aja kalo monyong-monyong gitu Ren," ejek Yoga dengan mencibir. Read more

,

Dibully Kaos Kaki

cerpen dibully kaos kaki

Panik... panik... panik... jarum pendek jam di dinding sudah hampir sejajar di angka 7, tak bisa kuharapkan lagi. Hanya jarum panjang saja yang masih sudi memberiku harapan dengan masih menjaga jaraknya 5 angka dari angka 12.

Kaos kakiku masih belum kutemukan, tampaknya mereka sedang mengajakku bermain petak umpet dengan bersembunyi diantara gundukan pakaian bersih dan pakaian kotor, atau bersembunyi nyempil di antara deretan sepatu di rak. Read more

,

Sarung Tinju Tanpa Restu

sarung tinju tanpa restu

“Kiri!”
Seru Dito ketika angkot yang ditumpanginya sudah sampai di depan pertigaan menuju rumahnya. Bergegas Dito berjalan menuju rumah dengan perasaan bahagia, karena Dito punya kebahagiaan yang ingin dibagi dengan keluarga tersayang di rumah.

“Assalamu’alaykum…”
Tangan Dito segera menggerakkan gagang pintu dan membukanya, tampak Doni yang sedang asik bermain game di meja komputer, dia hanya menoleh pada abangnya sambil menjawab perlahan “Wa’alaykumsalam” Read more