Posts

,

Teka-Teki Firly

cerpen teka teki firly

Rintihan tangis samar-samar terdengar menerobos gendang telinga Firly, gadis itu membuka mata dan berulangkali mengerjapkannya, coba memastikan jika dirinya tidak sedang bermimpi. "Tapi siapa yang menangis? suara itu mirip suara Nenek, namun tidak mungkin nenek menangis. Selama mengenal beliau Firly tak pernah sekalipun melihat wanita itu menangis," bisik gadis berponi itu dalam hati. Read more

,

Nahas

cerpen nahas

"Bruuuuk!"

Nahas, tiba-tiba kayu jati berbentuk persegi panjang itu menghajar tubuh ringkihku. Aku terhuyung, tubuhku terjungkal, kemudian meluncur dan mendarat keras dengan posisi kepala terlebih dahulu.
Read more

,

Sesal

sesal

Sepi ini menyiksaku begitu keji, di hari tuaku kini, tak seorang pun di sampingku untuk menemani. Desakan air mata tak mampu lagi dibendung kelopak mata tuaku, air mata penyesalan, karena kini aku baru mengerti arti sebuah kehilangan. Read more

,

Don Juan

don juan

“Din, kita pulang bareng?” anak lelaki itu tiba-tiba sudah menjejeri langkah Dini.

Akhir-akhir ini memang dia terus coba menarik perhatian gadis itu. Fery, anak lelaki yang banyak digilai anak-anak perempuan di sekolah, karena wajahnya yang tampan, juga dikenal sebagai bintang basket, selain dirinya juga sangat supel, dan piawai dalam mendekati wanita. Read more

,

Hakim Untuk Vanya

fiksi hakim untuk vanya

"Ah, musti dikasih pelajaran nih cewek." Rutuk Berry sesaat setelah menerima pesan WhatApps dari seseorang.

"Eh, kenapa lagi Ber? Ada apa?" Firman mengernyitkan kening.

"Si Lani barusan cerita, katanya kemaren dia liat Vanya jalan sama cowok, mesra banget." Berry menjelaskan dengan wajah gusar dan napas yang naik turun. Read more

,

Pesona Tetangga Baru

pesona tetangga baru

Rumah berpagar hijau yang berhadapan dengan rumahku, kini menjadi istimewa. Sejak kulihat pemuda berperawakan tegap, dengan hidung bangir, dan alis tebal yang tanpa sengaja tertangkap mata saat aku tengah menyapu halaman. Read more

,

Do'a Dalam Hujan

fiksi do'a dalam hujan

Langit semakin gelap, gumpalan awan kelabu berbondong-bondong menutupi birunya. Hawa dingin merayapi tubuh, melesak menusuki pori. Lelaki itu mempercepat langkah dengan beban di pundaknya. Read more

,

Cinta Terlarang

fiksi cinta terlarang

“Apa yang harus Kakak katakan pada ayah dan ibumu?”

“Mereka meminta Kakak untuk menjagamu, di sini. Lalu dengan kejadian seperti ini, Kakak harus bicara apa?” Pertanyaanku memburu gadis berkulit putih itu. Dia hanya menunduk, tanpa satu patah kata pun terucap dari bibirnya.

Read more