flash fiction
Read More

Belum Lima Menit

Gambar bulatan berhias aneka warna warni yang setiap hari dipandangi untuk dinikmati dalam imajinasi, kini benar-benar nyata ada di tangannya, untuk dilumat dalam mulut dan mengisi salah satu bagian sudut perutnya.
sesal
Read More

Sesal

Pemuda yang sejak tadi terdiam, kini sudah berdiri di hadapanku. Putra sulungku yang telah menginjak remaja, menatapku penuh kebencian.
pelayan baru
Read More

Pelayan Baru

Mereka duduk berjejer tepat di hadapanku. Jamuan tampaknya mulai dikeluarkan, beberapa botol minuman, dengan butiran obat sebagai hidangannya
don juan
Read More

Don Juan

Dini sendiri tak mengerti, entah apa yang membuat anak itu tiba-tiba mengalihkan pandangan pada dirinya. Padahal banyak anak perempuan lain yang jauh lebih cantik dan mengejar-ngejar dia. Ge er? Ah, entahlah. Yang pasti ini rasanya seperti mimpi.
pinky boy
Read More

Pinky Boy

Bagi Ria ini adalah hal yang sangat menggelikan, melihat seorang laki-laki menyukai warna pink, sementara Ria mengharamkan pink dalam hidupnya. Entahlah, baginya warna pink itu terlalu kemayu.
pesona tetangga baru
Read More

Pesona Tetangga Baru

Aku selalu pada posisi siaga untuk menangkap lemparan senyum manis dan sapanya. Itu saja rasanya sudah cukup membuat hariku jadi lebih berwarna. Dan semua kebahagiaan itu akan kugoreskan pada lembar kertas buku harianku.
fiksi do'a dalam hujan
Read More

Do’a Dalam Hujan

Bermacam tagihan dan utang di sana-sini, sisa tambalan kebutuhan sehari-hari, menjadikan penghasilannya selalu tak mencukupi. Ada rasa sesak yang menyengal, manakala teringat si bungsu yang sedang sakit hanya makan berlauk kecap pagi tadi.