Posts

flash fiction

Satu demi satu butiran itu masuk ke dalam mulut kecilnya, disesap rasa manisnya seiring laju liur yang kini berubah manis dan meluncur membelai tenggorokan. Tak sedikit pun jejak boleh tertinggal pada jemari kecil nan kurus itu, lidahnya lincah membersihkan setiap sudut jarinya dari jejak butiran manis yang mulai meleleh di tangan. Read more

fiksi do'a dalam hujan

Langit semakin gelap, gumpalan awan kelabu berbondong-bondong menutupi birunya. Hawa dingin merayapi tubuh, melesak menusuki pori. Lelaki itu mempercepat langkah dengan beban di pundaknya. Read more