Posts

,

Nahas

cerpen nahas

"Bruuuuk!"

Nahas, tiba-tiba kayu jati berbentuk persegi panjang itu menghajar tubuh ringkihku. Aku terhuyung, tubuhku terjungkal, kemudian meluncur dan mendarat keras dengan posisi kepala terlebih dahulu.
Read more

,

Pensil Terhunus

cerpen pensil terhunus

Matanya sesekali terpejam, mencoba untuk mengingat baris demi baris bait puisi yang tertulis di halaman buku itu. Riuh suara gumaman teman-teman yang juga sedang menghafal, selalu berhasil membuyarkan konsentrasinya. Namun Arib tidak menyerah, sekuat tenaga dia terus berusaha fokuskan pikirannya. Read more

Halloween

halloween

Dunia anak-anak adalah dunia yang penuh warna. Warna yang tertuang dalam bentuk keceriaan, ketulusan, kejujuran, spontanitas, juga kreatifitas. Read more

Hangatmu

puisi hangatmu

Gemericik hujan nan sendu di sore ini
Udara dingin melesak menembus pori
Hingga kau hadir menghampiri
Baringkan tubuhmu diatas raga ini
Hangat tubuhmu nyaman menjalari
Tetaplah di sini, biar kudekap lebih erat lagi
Kuingin hangatmu menghalau dingin ini Read more

,

Review Pudarnya Pesona Cleopatra

pudarnya pesona cleopatra

Jawaban tantangan ODOP kali ini, saya mencoba membuat review mini novel karya Habiburrahman El Shirazy, Pudarnya Pesona Cleopatra. Read more

Godaan Puber ke-2

puber ke dua

Puber ke-2, konon katanya umum terjadi di usia 40 an. Sudah menjadi rahasia umum, kalau kaum adam akan mengalami hal ini. Sepertinya orang tidak heran jika mendengar seorang laki-laki tengah mengalami masa puber ke-2. Istilah puber ke-2 dalam masyarakat lebih dikenal sebagai masa dimana seseorang kembali memimiliki ketertarikan lebih terhadap lawan jenis, lalu bagaiman dengan wanita? apakah wanita mengalami masa puber ke 2 juga? Read more

,

Untuk Sahabat Tersayang

untuk sahabat tersayang

 

Kutatap wajahmu dalam
Ada yang lain di sana, wajah itu kini pancarkan keteduhan
Tiada lagi nyala api yang dulu kerap berpijar
Kini api telah memudar
Tak ada lagi bulir bening yang melukiskan kegalauan
Kini telah berganti senyuman Read more

,

Sebut Saja Namanya Ijah

cerber sebut saja namanya ijah

Sebut saja namanya Ijah, seorang wanita yang begitu mencintai suaminya. Wawan, pria yang telah menikahi Ijah sejak 10 tahun silam. Tak pernah mampu nampak setitik pun noda dalam diri Wawan di pandangan Ijah, kekhilafan Wawan pun tak pernah menjadikannya tampak salah, Wawan terlalu sempurna sebagai seorang suami untuk menjadi bersalah di mata Ijah, karena Wawan adalah pahlawan penyelamat bagi Ijah dan putri kesayangannya. Read more

,

Kejutan Tak Terlupakan

kejutan tak terlupakan

"Jangan lupa bawain oleh-oleh ya!" pesan Reina pada Yuda melalui video call di smartphonenya.

"Tar, kalo ada sisa duit. Oleh-oleh apa? cireng ya? hahaha..." jawab Yuda diikuti tawanya.

"Ogah ah, lo mah tawarannya ga jauh dari cireng ma cimol aja, yang kerenan dikit napa?" balas Reina sambil sedikit memonyongkan bibirnya.

"Dah jelek makin jelek aja kalo monyong-monyong gitu Ren," ejek Yoga dengan mencibir. Read more