flash fiction
Read More

Belum Lima Menit

Gambar bulatan berhias aneka warna warni yang setiap hari dipandangi untuk dinikmati dalam imajinasi, kini benar-benar nyata ada di tangannya, untuk dilumat dalam mulut dan mengisi salah satu bagian sudut perutnya.
puisi
Read More

Wusss

Melesap, hirap, diantara partikel udara Senak menghantar dengan lambaian Rasa yang melahirkan asa, kini tiada Perapuh hati tak…
cerpen teka teki firly
Read More

Teka-Teki Firly

Lamat-lamat terdengar suara sirine dari jauh, tampak satu persatu orang-orang menghambur ke luar. Sebuah ambulan berhenti . Tangis orang-orang terdengar bersahutan, semakin menjadi. Nenek menghambur ke pintu ambulan dengan suara tangis yang semakin histeris.
mata elang
Read More

Mata Elang Itu

Deg! satu tatapan dari anak lelaki jangkung berambut cepak itu berhasil menembus hingga ke jantung Ersa. Dadanya bergemuruh kencang, wajah menghangat, namun kedua tangan terasa dingin.
cerpen nahas
Read More

Nahas

Sekejap duka di mata itu berganti kilatan api, saat wajahmu berpaling pada lelaki yang tengah berdiri mematung dengan wajah pucat. Dia menunduk, nampaknya kilatan api di matamu terlalu menyilaukannya.
haiku
Read More

Haiku

Sapa mentari Cairkan kebekuan Asa menanti . Pagi yang dingin Rindu hangat senyummu Cinta membara . Mentari pagi…
mari berbagi
Read More

Mari Berbagi

Keke ingat nasihat ibu, untuk mengatakan yang sebenarnya dan meminta maaf. Itu hal pertama yang harus dilakukannya.
sesal
Read More

Sesal

Pemuda yang sejak tadi terdiam, kini sudah berdiri di hadapanku. Putra sulungku yang telah menginjak remaja, menatapku penuh kebencian.