,

Hakim Untuk Vanya

fiksi hakim untuk vanya

"Ah, musti dikasih pelajaran nih cewek." Rutuk Berry sesaat setelah menerima pesan WhatApps dari seseorang.

"Eh, kenapa lagi Ber? Ada apa?" Firman mengernyitkan kening.

"Si Lani barusan cerita, katanya kemaren dia liat Vanya jalan sama cowok, mesra banget." Berry menjelaskan dengan wajah gusar dan napas yang naik turun. Read more

,

Pesona Tetangga Baru

pesona tetangga baru

Rumah berpagar hijau yang berhadapan dengan rumahku, kini menjadi istimewa. Sejak kulihat pemuda berperawakan tegap, dengan hidung bangir, dan alis tebal yang tanpa sengaja tertangkap mata saat aku tengah menyapu halaman. Read more

,

Do'a Dalam Hujan

fiksi do'a dalam hujan

Langit semakin gelap, gumpalan awan kelabu berbondong-bondong menutupi birunya. Hawa dingin merayapi tubuh, melesak menusuki pori. Lelaki itu mempercepat langkah dengan beban di pundaknya. Read more

,

Cinta Terlarang

fiksi cinta terlarang

“Apa yang harus Kakak katakan pada ayah dan ibumu?”

“Mereka meminta Kakak untuk menjagamu, di sini. Lalu dengan kejadian seperti ini, Kakak harus bicara apa?” Pertanyaanku memburu gadis berkulit putih itu. Dia hanya menunduk, tanpa satu patah kata pun terucap dari bibirnya.

Read more

,

Harga Diri

harga diri

Keseruan berbagi cerita sejenak teralihkan oleh pemandangan serbuan air hujan yang menerjang bumi, pada jendela kamar hotel. Aku mulai gelisah, memikirkan dia yang menanti di luar sana. Read more

,

Oh Mama Oh Papa

fenomena mama papa

"Mama kemarin ngapain duduk dekat-dekat si Burhan di kantin?"

"Nggak ngapa-ngapain kok Pa ... nggak sengaja itu, kebetulan aja kantin lagi penuh."

"Pokoknya Papa nggak suka Mama dekat-dekat si Burhan!" Read more

,

Kejutan Anniversary

kejutan anniversary

Alunan suara Shania Twain menyanyikan lagu from this moment merambati gendang telinga Reri, ruhnya seketika kembali menyatu dengan tubuh, dan dalam hitungan detik telah berada pada posisi siaga. Alarm di ponselnya diseting agar berbunyi lebih awal dari biasanya. Bukan itu saja, semua kalender yang ada di rumah pun telah dibubuhi tanda merah berbentuk hati, sebagai penanda bahwa hari ini adalah hari yang istimewa. Read more

,

Lelaki Penabur Janji

cerpen lelaki penabur janji

Lelaki itu kini hanya menghabiskan waktu dengan duduk termenung, menatapi rimbunnya dedaunan di halaman belakang. Berteman kepulan asap rokok yang hampir menyelimuti wajahnya, sesekali suara batuk menghentikan gerakan jarinya yang mengepit sebatang rajangan tembakau bersalut kertas, agar tak segera menjejalkan di antara bibir gelapnya. Sorot tajam mata cekung itu kini berubah sayu dan kosong. Sesekali jemari tangan kiri menyapu butiran air yang hendak bergulir, agar tak terlanjur meluncur menghujani pipi. Sejak kepergian ibu, lelaki yang kukenal gahar itu kini berubah layu. Read more

,

Sebuah Episode Buram

cerpen sebuah epiode buram

Ricky terpekur menatapi dinginnya lantai penjara, dikelilingi dinding dan jeruji besi yang angkuh berdiri. Sejak semalam hotel prodeo menjadi tempatnya menghabiskan waktu. Suara letusan senjata api, diikuti oleh erangan seorang lelaki yang tersungkur bersimbah darah  terus terlintas di benaknya, sekuat apapun Ricky coba pejamkan mata, gambaran peristiwa itu tak mau pergi. Silih berganti dengan wajah ibu dan bapak  yang selama ini selalu bangga akan dirinya. Rasa bersalah terus menggelayuti batin, dalam do'a Ricky berharap lelaki itu akan baik-baik saja. Dan ibu bapak mau memaafkan dirinya. Read more