,

Kesumat Gadis Pengamen

cerpen kesumat gadis pengamen

Angin malam berhembus sejukkan ragaku yang tengah duduk di bawah hamparan langit gelap, mengamati orang-orang di sekitar rumah tua kumuh, tempat tinggalku saat ini. Suasana yang akrab dengan diriku dalam beberapa bulan terakhir. Sesekali bulan dan bintang menemani, berbagi sedikit sinarnya untuk kunikmati. Read more

,

Perawat Kecil

cerpen perawat kecil

Tubuh Risty terasa lemas, badannya demam, namun Risty merasa kedinginan. Kepala berdenyut, wajahnya pucat, entah apa yang salah dengan tubuhnya. Sejak semalam terasa sangat tidak nyaman, sehingga Risty terus terjaga semalaman. Read more

,

Surti dan Tejo

Cerita Fiksi Surti dan Tejo

Kertas biru itu melekat erat dalam dekapan Surti. Rasa bahagia membumbung memenuhi dada hingga ke ubun-ubun, sepucuk surat dari Jakarta, dari sang arjuna tercinta, yang mengabarkan bahwa dirinya akan segera pulang ke desa di akhir bulan ini. Itu artinya hanya tinggal tujuh hari lagi. Ya... hanya tujuh hari lagi. Berulang kali Surti membaca lembar biru itu, sekedar untuk memastikan agar dia tak salah memperkirakan hari pertemuannya dengan sang arjuna nanti. Read more

,

Mana Janjimu?

cerpen mana janjimu

Satu minggu sudah aku menunggu kedatanganmu, seperti yang kamu janjikan di telpon waktu itu . Tapi hingga hari ini, batang hidungmu masih belum tampak juga di depan pintu rumahku. Read more

,

Duet Maut

duet maut jengkol ikan asin

Kita adalah duet maut yang membuat banyak orang tergila-gila. Menjadi bintang dalam banyak acara dan itu sudah biasa. Bagaimana antusiasnya mereka menyambut kehadiran kita, berebut menjamah kenikmatan yang senantiasa kita tawarkan. Read more

,

Canda Bonsai

Waktu sudah menunjukkan pukul 03.35, namun kedua mata Rista belum kunjung mendapatkan haknya untuk terpejam. Ini hari ke 2 pangeran kecil kesayangannya masih belum mau memejamkan mata. Sesekali kelopak matanya coba mencuri lelap dalam perlawanan pada kantuknya. Namun suara si kecil bagaikan alarm yang selalu siap kembalikan siaganya. Read more

,

Dear lil' Sister

dear little sister

Mama pulang dengan membawa makhluk mungil dalam gendongan, seperti saat aku tengah bermain ibu-ibuan bersama boneka kesayangan. Tapi boneka ini nyata, dia menangis tanpa perlu kuputar tombol di punggungnya. Aku bahagia... aku bahagiaaa. Mama papa sudah wujudkan apa yang kuminta. Read more

,

Jangan Sentuh!

cerpen don't touch

12. 43 angka yang tertera di ponselku. Kami pun memutuskan untuk mampir ke salah satu restoran fast food di sudut jalan yang kami lalui. Dia berjalan di sampingku, pandangannya lurus ke depan, dengan kaki dan tangan yang terayun santai. Kuraih satu tangannya agar kami jalan bergandengan. Read more

,

18 Tahun

cerpen 18 tahun

"Kemarin aku minta uang buat beli makanan, aku lagi sakit nggak bisa jualan. Dia baru gajian. Tapi dia malah marah membentakku." tuturnya lirih. Tampak air menggenang di kedua sudut matanya, bibirnya bergetar, kemudian dikatupkannya, seolah tengah berusaha menahan lesakan rasa perih dari dalam hatinya.

Read more