,

Wusss

puisi

Melesap, hirap, diantara partikel udara

Senak menghantar dengan lambaian

Rasa yang melahirkan asa, kini tiada

Perapuh hati tak hendak kembali

Tetes darah terhenti

Melenggang lempang tak mesti peduli

 

Baca juga puisi Ornamen Senja

 

 

,

Ornamen Senja

senja

Semburat jingga menyambut senja

Lukisan asa menghias cakrawala

Menyemai benih dalam hembusan angin

Berharap bekal cawis sudah

Saat tiba masa, lelap di peraduan

 

Baca juga puisi Haiku

 

,

Haiku

haiku

Sapa mentari
Cairkan kebekuan
Asa menanti

.

Pagi yang dingin
Rindu hangat senyummu
Cinta membara

.

Mentari pagi
Lukis cita dan cinta
Alhamdulillah

.

Subuh nan sejuk
Gema kumandang adzan
Menghadap Rabbku

#HAIKU

 

Baca juga puisi Lelaki Cinta Pertamaku

,

Lelaki Cinta Pertamaku

Lelaki cinta pertamaku

Mengenangmu hal yang mudah, karena semua tentangmu adalah indah.
Namun merindumu selalu terasa menyakitkan bagiku.

Read more

,

Sembilan Maret

Sembilan Maret

Malam itu kuterbangun dari lelap
Hentakmu semakin kuat bergejolak
Seolah kau tengah berontak
Ingin sampaikan rindu yang kian memuncak
Sebesar kerinduan di hati kami yang semakin menyeruak Read more

,

Samudera Kenangan

Bergulung ombak rindu
Hanyutkan diri pada samudera kenangan
Mohon jangan tenggelamkan
Hempaskanlah kembali pada karang kenyataan
Tiada karang yang mulus
Namun di atas karang diri nyata berpijak

 

Baca juga puisi Rindu

 

,

Asa

asa

Diam bersedekap
Coba mengurai makna sebuah tatap
Dengan asa yang masih tergenggam
Walau tak lagi erat

 

Baca juga puisi Manusia Iblis

,

Manusia Iblis

puisi manusia iblis

Ketika hati telah membesi
Tetesan air pun hanya menghiaskan karat di sana
Menjadi jagal atas jiwa sesama
Sang iblis pun geleng kepala
Tawa bahagia menggema
Tak dinyana banyak manusia yang lebih iblis darinya

 

Baca juga Rajutan

,

Rindu

puisi rindu

Berpayung rindu
Diantara hujan yang syahdu
Menatap kenanganmu
Dibalik tabir nan kukuh
Merapal do'a tuk memelukmu

(miss you Ma...Pa...)

 

Baca juga puisi Asa